Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Buktikan, Eksterior Hitam Tak Selalu Kelam!

Written By Unknown on Jumat, 04 Januari 2013 | 09.37

www.houzz.com

Dengan bentuk konstruksi modern, efek cat hitam akan memberikan kesan minimalis dan "bersih". Bukan hanya rumah-rumah minimalis, rumah bergaya klasik seperti Victoria dan rumah bergaya Spanyol juga tampil cantik dengan warna hitam.

www.houzz.com

Black house atau rumah hitam telah menjadi tren sejak 2007 lalu di San Francisco. Sejak saat itu, cat hitam yang menutupi seluruh rumah tanpa ada "intervensi" dari warna lain justru membuat rumah tampak menarik.

www.houzz.com

Memiliki rumah berukuran mungil tidak secara otomatis membatasi pilihan Anda. Anda dapat membuat rumah mungil tampak lebih besar dan bergaya dengan trik warna hitam ini.

KOMPAS.com - Memiliki rumah berukuran mungil tidak secara otomatis membatasi pilihan Anda. Anda dapat membuat rumah mungil tampak lebih besar dan bergaya dengan trik ini. Desainer-desainer edgy dan para pengembang realestat di Los Angeles kini mengecat rumah-rumah berukuran mini dengan warna hitam.

Trik tersebut rupanya tidak hanya membuat rumah tampak menonjol, namun juga membuatnya tampak apik. Terlebih, ketika semua detail konstruksi memiliki warna yang sama, mata hanya akan terfokus pada desain.

Dengan bentuk konstruksi modern, efek cat hitam akan memberikan kesan minimalis dan "bersih". Bukan hanya rumah-rumah minimalis, rumah bergaya klasik seperti Victoria dan rumah bergaya Spanyol juga tampil cantik dengan warna hitam. Warna hitam membuat rumah bergaya Victoria tersebut tampak anggun.

Black house atau rumah hitam telah menjadi tren sejak 2007 lalu di San Francisco. Sejak saat itu, cat hitam yang menutupi seluruh rumah tanpa ada "intervensi" dari warna lain justru membuat rumah tampak menarik.

Rumah bergaya Victoria tersebut sebenarnya hanya sebuah rumah berukuran kecil, namun cat hitam membuatnya tampak megah. Fasad hitam rumah ini memiliki padanan yang berimbang. Padanan tersebut berupa garasi yang berwarna lebih terang. Karena sifat warnanya yang cenderung netral, warna hitam dapat bersanding dengan hampir semua warna. Bahkan, warna hijau lemon dapat menjadi pemanis untuk rumah yang diselimuti cat hitam.

Namun, jika Anda belum berani, cobalah kembali mencari referensi dan contoh-contoh rumah yang sudah berani menggunakan warna hitam. Jangan ragu lagi, cobalah hitam yang tidak kelam untuk rumah Anda!


09.37 | 0 komentar | Read More

Tom Ryaboi, "Membunuh Vertigo" Demi Karya-karya Mengagumkan

dailymail.co.uk

Fotografer berusia 28 tahun asal Toronto, Kanada ini, telah memanjat lebih dari 100 gedung pencakar langit dan memproduksi serta memamerkan hasil jepretannya yang menakjubkan sekaligus "gila".

dailymail.co.uk

Fotografer berusia 28 tahun asal Toronto, Kanada ini, telah memanjat lebih dari 100 gedung pencakar langit dan memproduksi serta memamerkan hasil jepretannya yang menakjubkan sekaligus "gila".

dailymail.co.uk

Untuk mencapai kemampuannya, Ryaboi seringkali menghindari para sekuruti gedung atau anjing penjaga keamanan gedung, bahkan masyarakat urban yang merasa gedungnya "terganggu" oleh ulahnya.

dailymail.co.uk

Jika Anda berpikir berjalan di sepanjang tepian gedung-gedung pencakar langit tanpa pengaman bisa membuat Anda pusing dan mual-mual, mungkin ini saatnya Anda berpaling dan pergi menjauh.

KOMPAS.com - Jika Anda berpikir berjalan di sepanjang tepian gedung-gedung pencakar langit tanpa pengaman bisa membuat Anda pusing dan mual-mual, mungkin ini saatnya Anda berpaling dan pergi menjauh. Tom Ryaboi, seorang fotografer yang terkenal nekad, menjepret langit Toronto dari gedung-gedung pencakar langit tertinggi di kota itu untuk membuktikan keahliannya memotret dan menghasilkan karya-karya mengagumkan.

Ryaboi memang salah satu pioner fotografi yang bisa bikin detak jantung berhenti sekejap melalui caranya bergerak di atap-atap pencakar langit Toronto. Untuk mencapai kemampuannya, Ryaboi seringkali menghindari para sekuruti gedung atau anjing penjaga keamanan gedung, bahkan masyarakat urban yang merasa gedungnya "terganggu" oleh ulahnya.

Fotografer berusia 28 tahun asal Toronto, Kanada ini, telah memanjat lebih dari 100 gedung pencakar langit dan memproduksi serta memamerkan hasil jepretannya yang menakjubkan sekaligus "gila". 

"Ini (memanjati gedung-gedung pencakar langit) memang membuat ketagihan dan saya selalu mencari gedung-gedung yang lebih tinggi di kota ini. Tapi, saya masih senantiasa gugup tiap kali mencapai puncak gedung dan merasakan hembusan angin di situ. Ini benar-benar menguras adrenalin," kata Ryaboi soal alasannya selalu memanjat gedung-gedung tinggi itu.

"Satu hari, ketika saya masih kecil, ayah saya pulang kerja dan mendapati saya duduk di atas kulkas. Semua bingung, bagaimana saya bisa sampai ke tempat itu. Yang pasti, dari situ diketahui kalau saya suka memanjat apa saja," ucapnya. 


09.37 | 0 komentar | Read More

Sofa "Marshmallow", Unik dan Lembut di Ruang Keluarga

www.designboom.com

Sofa tersebut mengkombinasikan bentuk bola-bola. Setiap bola organik terbuat dari sterofoam ditutupi dengan dua busa dan kain elastis. Bola-bola tersebut semuanya melekat pada bingkai kayu yang berfungsi sebagai sendi untuk masing-masing bantal.

www.designboom,com

Sofa tersebut mengkombinasikan bentuk bola-bola. Setiap bola organik terbuat dari sterofoam ditutupi dengan dua busa dan kain elastis. Bola-bola tersebut semuanya melekat pada bingkai kayu yang berfungsi sebagai sendi untuk masing-masing bantal.

www.designboom.com

Sofa tersebut mengkombinasikan bentuk bola-bola. Setiap bola organik terbuat dari sterofoam ditutupi dengan dua busa dan kain elastis. Bola-bola tersebut semuanya melekat pada bingkai kayu yang berfungsi sebagai sendi untuk masing-masing bantal.

www.designboom.com

Sofa dengan nama Sofa OKeefe tersebut mengkombinasikan bentuk bola-bola. Setiap bola organik terbuat dari sterofoam ditutupi dengan dua busa dan kain elastis. Bola-bola tersebut semuanya melekat pada bingkai kayu yang berfungsi sebagai sendi untuk masing-masing bantal.

KOMPAS.com - Sofa pada umumnya memiliki bentuk hampir seragam. Tak heran, bentuk tersebut memang mengikuti fungsi sofa sebagai tempat duduk yang empuk dan dapat menampung beberapa orang sekaligus.

Walaupun sofa ini tidak secara khusus dibuat untuk anak-anak, tampaknya anak-anak secara intuitif mengerti maksud saya untuk menggambarkan pergerakan lewat sofa.

-- Kei Harada

Namun, sebenarnya bentuk sofa yang seragam tersebut dapat "diolah" di tangan para desainer sehingga memiliki bentuk yang lebih tidak konvensional. Desainer asal Jepang, Kei Harada, misalnya, membuat sebuah sofa berbentuk menyerupai marshmallow.

Di tangan Harada, sofa ini seakan menjawab pertanyaan, "Bentuk apa yang secara alami mengundang seseorang duduk di sini?".

Harada membuat sebuah sofa dengan nama Sofa O'Keefe. Sofa tersebut mengkombinasikan bentuk bola-bola. Setiap bola organik terbuat dari sterofoam ditutupi dengan dua busa dan kain elastis. Bola-bola tersebut semuanya melekat pada bingkai kayu yang berfungsi sebagai sendi untuk masing-masing bantal.

"Walaupun sofa ini tidak secara khusus dibuat untuk anak-anak, tampaknya anak-anak secara intuitif mengerti maksud saya untuk menggambarkan pergerakan lewat sofa," ungkap Harada.


09.37 | 0 komentar | Read More

Inikah Saatnya Mengalah pada Warna Favorit Anda?

Written By Unknown on Rabu, 02 Januari 2013 | 09.37

www.dailymail.co.uk

Sebelum memiliki seorang anak laki-laki, Wanda Mantthews, ibu tiga anak ini mengecat seluruh rumah dengan warna merah muda dan mendekor seluruh rumah dengan warna yang sama.

www.dailymail.co.uk

Semenjak Kaiden, anak laki-lakinya lahir, Wanda mengganti wallpaper ruang keluarga dengan warna biru bercorak bunga, cat merah muda denga biru navy. Selain itu, ia juga mengganti karpet, bantal, dan barang-barang lain dengan berbagai warna biru.

www.dailymail.co.uk

Semenjak Kaiden, anak laki-lakinya lahir, Wanda mengganti wallpaper ruang keluarga dengan warna biru bercorak bunga, cat merah muda denga biru navy. Selain itu, ia juga mengganti karpet, bantal, dan barang-barang lain dengan berbagai warna biru.

KOMPAS.com - Setiap orang umumnya memiliki warna kesukaan. Namun, tidak selalu warna kesukaan dapat kita gunakan sebagai warna untuk mendekorasi seluruh rumah. Terkadang warna kesukaan harus "mengalah" pada warna-warna lain yang lebih "masuk akal".

Seorang ibu berusia 25 tahun bernama Wanda Mantthews tahu benar mengenai hal ini. Sebelum memiliki seorang anak laki-laki, ibu tiga anak ini mengecat seluruh rumah dengan warna merah muda dan mendekor seluruh rumah dengan warna yang sama.

Menurut ibu dari Bolton, Greater Manchester, rumah dengan warna merah muda tidak cocok sebagai tempat seorang anak laki-laki bertumbuh. Karena itulah, semenjak Kaiden, anak laki-lakinya lahir, Wanda mengganti wallpaper ruang keluarga dengan warna biru bercorak bunga, cat merah muda denga biru navy. Selain itu, ia juga mengganti karpet, bantal, dan barang-barang lain dengan berbagai warna biru. Sementara untuk dapur, Wanda juga mengganti berbagai produk kebersihan, alat memasak, serta alat makan dengan warna biru.

Selain rumahnya yang cenderung "luar biasa", Wanda sendiri memang tidak pernah berdandan "biasa-biasa" saja. Ia ternyata telah kecanduan membeli berbagai rambut palsu, make-up, dan bermacam aksesoris. Menurutnya, hal pertama ia pikirkan setelah mengetahui bahwa ia akan memiliki anak laki-laki adalah apa yang akan ia lakukan dengan berbagai dekorasi berwarna merah muda.

"Saya hanya berpikir, ia tidak mungkin dikelilingi warna merah muda, saya tidak dapat melakukan ini padanya. Ketika ia tumbuh nanti, dan melihat foto-foto di masa kecilnya, bagaimana jadinya jika semuanya berwarna merah muda?" ujar Wanda.

Karena itulah, Wanda mengecat kamar sang anak dengan warna biru. Awalnya, ia memulai dengan mengganti warna merah muda di kamar tersebut dengan warna kuning. Barulah, setelah itu ia mengganti dengan warna biru.

Sebetulnya, cara Wanda ini dapat Anda lakukan juga di rumah. Ketika Anda ingin mengubah tampilan rumah dengan warna cat berbeda drastis, carilah warna yang netral terlebih dahulu, baru mengecat dengan warna yang Anda inginkan.


09.37 | 0 komentar | Read More

Bebas Perangkat Elektronik, Hidup di Rumah Lumpur Unik

www.dailymail.co.uk

Rumah milik Orbach ini terdapat di pegunungan West Wales. Mirip rumah kurcaci, Orbach menamakan rumahnya itu dengan "Tir Ysbrydol", yang dalam bahasa Welsh berarti "tanah roh".

www.dailymail.co.uk

Sore hari Orbach menghabiskan waktu dengan kegiatan sederhana yang menenangkan, yaitu memasak makan malam dan memainkan harpa khas kebudayaan Celtic di depan perapiannya. Setelah itu, sekitar pukul 8.30 malam, ia pergi tidur.

www.dailymail.co.uk

Selama 13 tahun belakangan, Orbach yang lulusan Oxford ini bukan hanya membangun sendiri rumah uniknya. Ia juga mencari cara untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam rumahnya, serta menanam sendiri makanannya.

www.dailymail.co.uk

Selama 13 tahun belakangan, lulusan Oxford ini bukan hanya membangun sendiri rumah uniknya. Ia juga mencari cara untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam rumahnya, serta menanam sendiri makanannya.

KOMPAS.com - Anda menginginkan perubahan seratus derajat sebahai sebuah resolusi menyambut tahun baru? Mungkin, Anda dapat mengubah kebiasaan dengan melepaskan semua peralatan elektronik yang biasa Anda gunakan.

Contoh perubahan ini sudah dilakukan oleh Emma Orbach. Perempuan berusia 58 tahun ini sudah cukup lama hidup dalam rumah lumpur buatannya sendiri. Selama 13 tahun belakangan, lulusan Oxford ini bukan hanya membangun sendiri rumah uniknya. Ia juga mencari cara untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam rumahnya, serta menanam sendiri makanannya.

Setiap hari, Orbach menghabiskan waktunya untuk merawat tanaman, memetik buah, menjaga tiga kambing, tujuh ayam, dan dua kuda. Selain itu, dia juga perlu menebang sendiri pohon-pohon untuk mendapatkan kayu bakar.

Berbeda dengan pagi hari yang penuh aktivitas, sore hari Orbach menghabiskan waktu dengan kegiatan sederhana yang menenangkan, yaitu memasak makan malam dan memainkan harpa khas kebudayaan Celtic di depan perapiannya. Setelah itu, sekitar pukul 8.30 malam, ia pergi tidur.

Rumah milik Orbach ini terdapat di pegunungan West Wales. Mirip rumah kurcaci, Orbach menamakan rumahnya itu dengan "Tir Ysbrydol", yang dalam bahasa Welsh berarti "tanah roh".

Saat ini, jika anak-anaknya yang kini berusia 20 dan 30 tahun ingin mengunjunginya, Orbach meminta mereka untuk menjnggalkan berbagai peralatan elektronik milik mereka.

Anak-anak Orbach kini memang tinggal jauh dari dirinya, yaitu di London, Bristol, dan Brighton. Sebelun bercerai dengan suaminya, Julian Orbach, mereka juga tinggal dalam rumah semacam ini. Bersama dengan sang mantan suami yang merupakan sejarawan arsitektural, Orbach membangun komunitas ramah lingkungan di Pegunungan Preseli, dekat Newport, Pembrokeshire. Namun, mereka akhirnya terganjal dengan perizinan.

Akhirnya, pada 2008 mereka mendapatkan izin tersebut. Namun kemudian, pasangan ini malah bercerai.

Kini, Emma Orbach menjalankan tempat relaksasi dan penyembuhan. Orang- orang yang datang ke pondok-pondok miliknya akan memberikan donasi untik keperluan reparasi dan pajak.


09.37 | 0 komentar | Read More

Ssstt... Inilah Penyuplai Rumah Mewah Bintang Sepak Bola di Inggris!

www.dailymail.co.uk

David Hughes.

www.dailymail.co.uk

Kini, Hughes tidak hanya mencari, membangun, dan menjual rumah-rumah mewah bagi para pesepakbola muda. Ia juga tengah menjual rumahnya sendiri yang ada di Chelford.

www.dailymail.co.uk

Kini, Hughes tidak hanya mencari, membangun, dan menjual rumah-rumah mewah bagi para pesepakbola muda. Ia juga tengah menjual rumahnya sendiri yang ada di Chelford.

www.dailymail.co.uk

Kini, Hughes tidak hanya mencari, membangun, dan menjual rumah-rumah mewah bagi para pesepakbola muda. Ia juga tengah menjual rumahnya sendiri yang ada di Chelford.

KOMPAS.com - Setiap pecinta sepak bola Inggris tahu di mana para pesepakbola kelas dunia kegemarannya tinggal. Para pemain bola top tersebut umumnya melepas lelah di rumah-rumah mewah mereka setelah menghabiskan tenaganya di lapangan hijau.

"Segitiga emas" tempat para atlet ini tinggal berada di antara Alderley Edge, Knutsford, dan Wilmslow di Cheshire. Lokasi tersebut 20 mil dari Manchester dan 45 mil dari Liverpool.

Selama 20 tahun belakangan ini, pengembang David Hughes telah berhasil menyediakan rumah bagi para pemain bola itu. Mulai Harry Kewell hingga Christiano Ronaldo pernah menggunakan jasa David Hughes ketika mencari rumah.

"Kini orang-orang telah lupa, betapa muda dan naifnya Ronaldo ketika pertama kali tiba di Manchester," ujar Hughes di kediamannya di Chelford.

Saat itu, Ronaldo dan kawan-kawannya ingin membuat kolam es sendiri. Ia membeli sebuah mesin pembuat es dan menaruhnya di dekat kolam.

Ronaldo dan kawan-kawannya saat itu bahkan tidak menyadari, bahwa kabel mesin pembuat es berserakan di atas lantai basah. Bayangkan, jika tindakan cerobohnya saat itu mampu membunuh dirinya sendiri. Kemungkinan besar, kita tidak akan mengenal kepiawaian Ronaldo.

Kini, Hughes tidak hanya mencari, membangun, dan menjual rumah-rumah mewah bagi para pesepakbola muda. Ia juga tengah menjual rumahnya sendiri yang ada di Chelford.

Rumah bernama Holly Tree House itu merupakan "rumah contoh" bagi rumah-rumah yang ia jual ke para pemain bola dan atlet lainnya. Selain bagian eksterior yang menarik, lengkap dengan dinding bata ekspos dan daun-daun merambat, bagian interior rumah ini juga luar biasa.

Meski sebagian orang menilai rumah ini terlalu mewah, namun bagi David Hughes ini belum seberapa jika dibandingkan dengan selera para pemain bintang. Pasalnya, selain kolam renang, rumah ini juga memiliki taman air bergaya Jepang, pemancingan, lapangan tenis, tempat bermain golf mini, dan heli-pad.

Pada 2008, David Hughes kehilangan usaha propertinya lantaran terjadi krisis ekonomi. Namun, menurutnya keputusan menjual rumah pribadinya tidak ada hubungannya dengan usaha properti miliknya.

Rumah yang ia bangun pada 1997 tersebut memiliki kenangan akan isteri pertamanya. Kini, ia telah menikah dengan isteri keduanya selama 4 tahun. Ia dan isterinya ingin membuat rumah lain yang serupa, namun berukuran sedikit lebih kecil.


09.37 | 0 komentar | Read More

Inikah Saatnya Mengalah pada Warna Favorit Anda?

Written By Unknown on Selasa, 01 Januari 2013 | 09.37

www.dailymail.co.uk

Sebelum memiliki seorang anak laki-laki, Wanda Mantthews, ibu tiga anak ini mengecat seluruh rumah dengan warna merah muda dan mendekor seluruh rumah dengan warna yang sama.

www.dailymail.co.uk

Semenjak Kaiden, anak laki-lakinya lahir, Wanda mengganti wallpaper ruang keluarga dengan warna biru bercorak bunga, cat merah muda denga biru navy. Selain itu, ia juga mengganti karpet, bantal, dan barang-barang lain dengan berbagai warna biru.

www.dailymail.co.uk

Semenjak Kaiden, anak laki-lakinya lahir, Wanda mengganti wallpaper ruang keluarga dengan warna biru bercorak bunga, cat merah muda denga biru navy. Selain itu, ia juga mengganti karpet, bantal, dan barang-barang lain dengan berbagai warna biru.

KOMPAS.com - Setiap orang umumnya memiliki warna kesukaan. Namun, tidak selalu warna kesukaan dapat kita gunakan sebagai warna untuk mendekorasi seluruh rumah. Terkadang warna kesukaan harus "mengalah" pada warna-warna lain yang lebih "masuk akal".

Seorang ibu berusia 25 tahun bernama Wanda Mantthews tahu benar mengenai hal ini. Sebelum memiliki seorang anak laki-laki, ibu tiga anak ini mengecat seluruh rumah dengan warna merah muda dan mendekor seluruh rumah dengan warna yang sama.

Menurut ibu dari Bolton, Greater Manchester, rumah dengan warna merah muda tidak cocok sebagai tempat seorang anak laki-laki bertumbuh. Karena itulah, semenjak Kaiden, anak laki-lakinya lahir, Wanda mengganti wallpaper ruang keluarga dengan warna biru bercorak bunga, cat merah muda denga biru navy. Selain itu, ia juga mengganti karpet, bantal, dan barang-barang lain dengan berbagai warna biru. Sementara untuk dapur, Wanda juga mengganti berbagai produk kebersihan, alat memasak, serta alat makan dengan warna biru.

Selain rumahnya yang cenderung "luar biasa", Wanda sendiri memang tidak pernah berdandan "biasa-biasa" saja. Ia ternyata telah kecanduan membeli berbagai rambut palsu, make-up, dan bermacam aksesoris. Menurutnya, hal pertama ia pikirkan setelah mengetahui bahwa ia akan memiliki anak laki-laki adalah apa yang akan ia lakukan dengan berbagai dekorasi berwarna merah muda.

"Saya hanya berpikir, ia tidak mungkin dikelilingi warna merah muda, saya tidak dapat melakukan ini padanya. Ketika ia tumbuh nanti, dan melihat foto-foto di masa kecilnya, bagaimana jadinya jika semuanya berwarna merah muda?" ujar Wanda.

Karena itulah, Wanda mengecat kamar sang anak dengan warna biru. Awalnya, ia memulai dengan mengganti warna merah muda di kamar tersebut dengan warna kuning. Barulah, setelah itu ia mengganti dengan warna biru.

Sebetulnya, cara Wanda ini dapat Anda lakukan juga di rumah. Ketika Anda ingin mengubah tampilan rumah dengan warna cat berbeda drastis, carilah warna yang netral terlebih dahulu, baru mengecat dengan warna yang Anda inginkan.


09.37 | 0 komentar | Read More

Bebas Perangkat Elektronik, Hidup di Rumah Lumpur Unik

www.dailymail.co.uk

Rumah milik Orbach ini terdapat di pegunungan West Wales. Mirip rumah kurcaci, Orbach menamakan rumahnya itu dengan "Tir Ysbrydol", yang dalam bahasa Welsh berarti "tanah roh".

www.dailymail.co.uk

Sore hari Orbach menghabiskan waktu dengan kegiatan sederhana yang menenangkan, yaitu memasak makan malam dan memainkan harpa khas kebudayaan Celtic di depan perapiannya. Setelah itu, sekitar pukul 8.30 malam, ia pergi tidur.

www.dailymail.co.uk

Selama 13 tahun belakangan, Orbach yang lulusan Oxford ini bukan hanya membangun sendiri rumah uniknya. Ia juga mencari cara untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam rumahnya, serta menanam sendiri makanannya.

www.dailymail.co.uk

Selama 13 tahun belakangan, lulusan Oxford ini bukan hanya membangun sendiri rumah uniknya. Ia juga mencari cara untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam rumahnya, serta menanam sendiri makanannya.

KOMPAS.com - Anda menginginkan perubahan seratus derajat sebahai sebuah resolusi menyambut tahun baru? Mungkin, Anda dapat mengubah kebiasaan dengan melepaskan semua peralatan elektronik yang biasa Anda gunakan.

Contoh perubahan ini sudah dilakukan oleh Emma Orbach. Perempuan berusia 58 tahun ini sudah cukup lama hidup dalam rumah lumpur buatannya sendiri. Selama 13 tahun belakangan, lulusan Oxford ini bukan hanya membangun sendiri rumah uniknya. Ia juga mencari cara untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam rumahnya, serta menanam sendiri makanannya.

Setiap hari, Orbach menghabiskan waktunya untuk merawat tanaman, memetik buah, menjaga tiga kambing, tujuh ayam, dan dua kuda. Selain itu, dia juga perlu menebang sendiri pohon-pohon untuk mendapatkan kayu bakar.

Berbeda dengan pagi hari yang penuh aktivitas, sore hari Orbach menghabiskan waktu dengan kegiatan sederhana yang menenangkan, yaitu memasak makan malam dan memainkan harpa khas kebudayaan Celtic di depan perapiannya. Setelah itu, sekitar pukul 8.30 malam, ia pergi tidur.

Rumah milik Orbach ini terdapat di pegunungan West Wales. Mirip rumah kurcaci, Orbach menamakan rumahnya itu dengan "Tir Ysbrydol", yang dalam bahasa Welsh berarti "tanah roh".

Saat ini, jika anak-anaknya yang kini berusia 20 dan 30 tahun ingin mengunjunginya, Orbach meminta mereka untuk menjnggalkan berbagai peralatan elektronik milik mereka.

Anak-anak Orbach kini memang tinggal jauh dari dirinya, yaitu di London, Bristol, dan Brighton. Sebelun bercerai dengan suaminya, Julian Orbach, mereka juga tinggal dalam rumah semacam ini. Bersama dengan sang mantan suami yang merupakan sejarawan arsitektural, Orbach membangun komunitas ramah lingkungan di Pegunungan Preseli, dekat Newport, Pembrokeshire. Namun, mereka akhirnya terganjal dengan perizinan.

Akhirnya, pada 2008 mereka mendapatkan izin tersebut. Namun kemudian, pasangan ini malah bercerai.

Kini, Emma Orbach menjalankan tempat relaksasi dan penyembuhan. Orang- orang yang datang ke pondok-pondok miliknya akan memberikan donasi untik keperluan reparasi dan pajak.


09.37 | 0 komentar | Read More

Ssstt... Inilah Penyuplai Rumah Mewah Bintang Sepak Bola di Inggris!

www.dailymail.co.uk

David Hughes.

www.dailymail.co.uk

Kini, Hughes tidak hanya mencari, membangun, dan menjual rumah-rumah mewah bagi para pesepakbola muda. Ia juga tengah menjual rumahnya sendiri yang ada di Chelford.

www.dailymail.co.uk

Kini, Hughes tidak hanya mencari, membangun, dan menjual rumah-rumah mewah bagi para pesepakbola muda. Ia juga tengah menjual rumahnya sendiri yang ada di Chelford.

www.dailymail.co.uk

Kini, Hughes tidak hanya mencari, membangun, dan menjual rumah-rumah mewah bagi para pesepakbola muda. Ia juga tengah menjual rumahnya sendiri yang ada di Chelford.

KOMPAS.com - Setiap pecinta sepak bola Inggris tahu di mana para pesepakbola kelas dunia kegemarannya tinggal. Para pemain bola top tersebut umumnya melepas lelah di rumah-rumah mewah mereka setelah menghabiskan tenaganya di lapangan hijau.

"Segitiga emas" tempat para atlet ini tinggal berada di antara Alderley Edge, Knutsford, dan Wilmslow di Cheshire. Lokasi tersebut 20 mil dari Manchester dan 45 mil dari Liverpool.

Selama 20 tahun belakangan ini, pengembang David Hughes telah berhasil menyediakan rumah bagi para pemain bola itu. Mulai Harry Kewell hingga Christiano Ronaldo pernah menggunakan jasa David Hughes ketika mencari rumah.

"Kini orang-orang telah lupa, betapa muda dan naifnya Ronaldo ketika pertama kali tiba di Manchester," ujar Hughes di kediamannya di Chelford.

Saat itu, Ronaldo dan kawan-kawannya ingin membuat kolam es sendiri. Ia membeli sebuah mesin pembuat es dan menaruhnya di dekat kolam.

Ronaldo dan kawan-kawannya saat itu bahkan tidak menyadari, bahwa kabel mesin pembuat es berserakan di atas lantai basah. Bayangkan, jika tindakan cerobohnya saat itu mampu membunuh dirinya sendiri. Kemungkinan besar, kita tidak akan mengenal kepiawaian Ronaldo.

Kini, Hughes tidak hanya mencari, membangun, dan menjual rumah-rumah mewah bagi para pesepakbola muda. Ia juga tengah menjual rumahnya sendiri yang ada di Chelford.

Rumah bernama Holly Tree House itu merupakan "rumah contoh" bagi rumah-rumah yang ia jual ke para pemain bola dan atlet lainnya. Selain bagian eksterior yang menarik, lengkap dengan dinding bata ekspos dan daun-daun merambat, bagian interior rumah ini juga luar biasa.

Meski sebagian orang menilai rumah ini terlalu mewah, namun bagi David Hughes ini belum seberapa jika dibandingkan dengan selera para pemain bintang. Pasalnya, selain kolam renang, rumah ini juga memiliki taman air bergaya Jepang, pemancingan, lapangan tenis, tempat bermain golf mini, dan heli-pad.

Pada 2008, David Hughes kehilangan usaha propertinya lantaran terjadi krisis ekonomi. Namun, menurutnya keputusan menjual rumah pribadinya tidak ada hubungannya dengan usaha properti miliknya.

Rumah yang ia bangun pada 1997 tersebut memiliki kenangan akan isteri pertamanya. Kini, ia telah menikah dengan isteri keduanya selama 4 tahun. Ia dan isterinya ingin membuat rumah lain yang serupa, namun berukuran sedikit lebih kecil.


09.37 | 0 komentar | Read More

Realestat, Babak Baru Si Raja "Film Biru"

Written By Unknown on Senin, 31 Desember 2012 | 09.37

KOMPAS.com - Forum Theater di Philadelphia merupakan satu-satunya bioskop di Philadelphia yang hanya menayangkan film-film dewasa. Kini, bioskop tersebut harus benar-benar menutup tirainya.

Bioskop ini menayangkan film dewasa untuk terakhir kalinya pada 30 November 2012 lalu. Pemerintah setempat telah membuat rencana besar untuk mengembangkan lokasi tersebut. Rencana pembangunan itu meliputi apartemen, kafe, dan lokasi pusat perbelanjaan.

Orang yang paling terkena dampak dari rencana pemerintah Philadelphia tersebut adalah "raja film dewasa" asal New York, Amerika Serikat, Richard Basciano. Basciano menjajakan hasil karyanya di sepanjang Times Square pada era 70-80'an.

Salah satu teater yang ia gunakan adalah teater Show World. Ia mendapat bayaran 14 juta dollar AS setelah negara meruntuhkan gedung-gedungnya pada 1990. Ketika itu, Mayor Rudy Giuliani berkeinginan untuk membersihkan area tersebut.

Basciano, yang kini berusia 87 tahun, kemudian banting stir. Ia berinvestasi pada bisnis realestat di Philadelphia. Namun, usahanya ini berjalan lambat. Bahkan, nasib bisnis in sama seperti usaha film dewasanya yang kalah pamor dengan film-film dewasa di internet.

Saat ini, Basciano menyatakan, bahwa dirinya tidak menyukai bisnis kotor yang pernah digelutinya. Ia justru siap melihat kemajuan yang akan dicapai oleh daerah Market Street, tempat ia dulu menjalankan awal bisnisnya.

Sebenarnya, rencana pembangunan blok tersebut masih samar-samar. Meski toko-toko yang ada di depan Forum Theater sudah mulai rata, belum jelas apakah Forum juga akan diruntuhkan. Lingkungan di sekitar Forum kini telah "meningkat" menjadi rumah-rumah mewah, kondominim Murano dan toko Trader Joe's.


09.37 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger