Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Airin: Ada Empat Syarat Membangun di Tangsel!

Written By Unknown on Minggu, 03 Maret 2013 | 09.37

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi menyatakan dukungannya atas investasi di wilayah Tangerang Selatan, Sabtu (2/3/2013). Meskipun mendukung, dengan tegas Airin memberikan empat syarat untuk berinvestasi dan membangun properti di wilayahnya.

Regulasi tersebut meliputi syarat harus terintegrasinya bangunan di wilayang Tangerang Selatan, berwawasan hijau, membuka lapangan pekerjaan, dan memiliki konsep pengelolaan sampah sesuai standar. 

"Pertama, pembangunan harus terintegrasi antara satu bangunan dengan bangunan lain," ujar Airin pada peluncuran proyek mixed-use Intermark di Lingkar Timur Serpong.

Dia menjelaskan, adanya integrasi antarbangunan dapat menjadi cara untuk mengurangi risiko banjir. Selanjutnya, Airin menjelaskan mengenai gedung-gedung dengan konsep berwawasan lingkungan hijau. Ia menekankan pentingnya sebuah konstruksi gedung memberikan area terbuka hijau.

"Pemerintah dan pihak swasta untuk bisa membuka area ruang terbuka hijau dengan baik dan konsep pembangunan yang berwawasan lingkungan," ujarnya.

Sementara itu, mengenai Ruang Tebuka Hijau (RTH), Airin menyebutkan, bahwa setiap bangunan minimal menyediakan 30 persen lahnnya untuk RTH. Sayangnya, mengenai detail penghitungan atas 30 persen tersebut Airin tidak memberikan rincian.

"Yang ketiga adalah bagaimana sebuah investasi bisa membuka lapangan pekerjaan," kata Airin.

Soal tenaga kerja, lanjut Airin, dirinya saya sudah berbicara dengan Board of Management Merdeka Ronov Indonesia, Kiki Iswara Darmayana, pada saat bertemu untuk mengurus perizinan. Ia berharap, proyek Intermark yang tengah dikembangkan oleh Merdeka Ronov Indonesia bisa membuka lapangan pekerjaan.

"Minimal 20 persennya adalah masyarakat sekitar sehingga mereka tidak hanya menjadi penonton saja, tapi mereka juga terlibat dalam aktivitas perekonomian dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar," jelas Airin.

Sementara syarat keempat, kata Airin, pengembang harus punya konsep pengolahan sampah. Menurut dia, salah satu masalah utama harus dihadapi oleh Tangerang Selatan saat ini adalah keterbatasan ruang.

"Maka, dengan pengaturan pembuangan sampah yang baik dan benar, bukan hanya membuat keadaan Tangerang Selatan lebih bersih, namun juga menghemat ruang," ujarnya. 

Bahkan, Airin mengakui, kemungkinan besar pengolahan sampah lebih baik jika ditangani swasta. Dengan demikian, konsep TPA 3R nantinya bukan hanya dibangun oleh pemerintah di perumahan-perumahan lama, tapi juga perumahan-perumahan yang baru oleh pengembang.

"Sudah ada masukan masterplan pada saat pembuatan Intermark ini dan konsep TPS 3R ini biasanya kalau dibangun swasta akan lebih baik dibandingkan yang dibuat pemerintah dengan desain dan yang lainnya. Itu harapan saya," tandasnya.


09.37 | 0 komentar | Read More

Jangan Terburu-buru Mendesain Rumah Baru!

KOMPAS.com - Bagi Anda yang memiliki sebidang tanah kosong dan ingin mengolahnya menjadi sebuah lahan hunian, ada baiknya Anda tidak terburu-buru mengikuti desain terbaik menurut keinginan Anda. Tidak semua desain menarik hasil perburuan Anda di internet cocok untuk dipraktikkan di lokasi hunian Anda. Lihat dan "dengarlah" keadaan di sekitar lahan hunian tersebut.

Keadaan alam di sekitar properti Anda adalah referensi terbaik dalam mendesain. Langkah pertama paling penting adalah melakukan analisis lokasi. Cobalah memeriksa bagaimana kondisi lahan properti Anda, serta perhatikan juga kondisi lingkungan di tempat tersebut. Perhatikan topografi, akses, arah angin, pemandangan, keberadaan pohon atau sungai, serta lokasi tetangga Anda.

Tidak semua tanah berbentuk persegi. Tidak jarang, tersedia tanah dengan bentuk yang lebih kompleks. Mengunjungi langsung lokasi properti adalah gagasan yang tepat. Dengan cara ini, Anda tahu bentuk sebenarnya dari properti yang Anda miliki.

Selanjutnya, perhatikan topografi di lokasi tersebut. Topografi mengacu pada bentuk permukaan dan ciri khas properti Anda. Anda dapat memiliki properti dengan tanah miring, bertingkat-tingkat, atau mendatar. Anda juga bisa mendapatkan properti yang memiliki kontur tanah campuran.

Mengetahui topografi properti yang ingin Anda beli, atau sudah Anda miliki merupakan hal penting. Terutama, jika Anda ingin membangun sendiri rumah Anda. Semakin sulit lokasi properti Anda, semakin banyak biaya harus Anda keluarkan.

Perhatikan juga akses menuju lokasi properti Anda! Jauh atau dekat dan rumit atau mudahnya lokasi properti Anda akan sangat berpengaruh mulai dari tahap pembuatan, keseharian Anda, hingga jika sampai terjadi hal-hal darurat. Semakin jauh dan rumit dari pusat kota, ongkos pengiriman bahan bangunan akan semakin mahal. Begitu juga dengan ongkos Anda bepergian sehari-hari.

Untuk kondisi darurat, cobalah bayangkan jika tim pemadam tidak dapat sampai ke rumah Anda dalam waktu singkat! Bila masih memungkinkan, carilah properti dengan akses lebih mudah. Berdiamlah sebentar di lokasi tanah Anda. Carilah arah dengan pemandangan terindah dari lokasi tersebut. Dengan mengetahui arah mana yang memiliki pemandangan terindah, Anda dapat dengan mudah menentukan arah jendela atau bahkan arah rumah Anda.

Perhatikan lokasi properti tetangga Anda. Usahakan Anda tetap mendapatkan privasi, keamanan, dan rasa mandiri di rumah Anda.

Terakhir, jika Anda cukup beruntung dan memiliki properti di lokasi-lokasi unik, eksplorasilah keindahan tersebut. Lokasi-lokasi yang termasuk unik antara lain tepi sungai, tepi laut, atau di antara pepohonan rindang.

Selamat merancang hunian Anda!


09.37 | 0 komentar | Read More

Airin: Hunian Vertikal Perlu Digalakkan di Tangsel!

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Menyusul peluncuran proyek Intermark, bangunan multi guna garapan Merdeka Ronov Indonesia, Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi mengungkapkan dukungannya atas investasi di wilayah pemerintahannya. Dia mengaku, meskipun Tangerang Selatan memiliki area terbatas, namun berbagai potensi dapat diolah di sana.

Sudah mulai ada hunian vertikal di Tangerang Selatan. Kami cenderung ke hunian vertikal karena keterbatasan lahan.

-- Airin Rachmi

"Saya menyambut baik siapapun yang menciptakan iklim investasi di Tangerang Selatan. Berdasarkan data kami, Tangerang Selatan memiliki pertumbuhan ekonomi sebesar 8,2 persen. Pada intinya, siapa pun yang ingin berinvestasi di Tangerang Selatan harus memberikan keuntungan bagi semua pihak," ujar Airin di acara konferensi pers peluncuran proyek Intermark di Lingkar Timur Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (2/3/2013).

Selain itu, Airin juga mengatakan, bahwa Tangerang Selatan tengah mengalami pertumbuhan dalam sektor properti. Dia mengatakan, 70 persen dari 147 kilometer persegi luas Tangerang Selatan digunakan sebagai lokasi hunian. Untuk mengantisipasi pertumbuhan penduduk dan kebutuhan rumah tinggal, Airin mengaku lebih setuju dengan pembangunan hunian vertikal.

"Sudah mulai ada hunian vertikal di Tangerang Selatan. Kami cenderung ke (hunian) vertikal karena keterbatasan lahan," tandas Airin.

Meski mendukung adanya investasi, Airin juga menekankan, bahwa pihaknya telah memberikan regulasi ketat agar pembangunan di wilayahnya dapat menyumbangkan keuntungan bagi warga Tangerang Selatan sendiri. Regulasi tersebut antara lain harus terintegrasinya bangunan di wilayang Tangerang Selatan, berwawasan hijau, membuka lapangan pekerjaan, dan memiliki konsep pengelolaan sampah sesuai standar.

Menanggapi pernyataan Walikota Tangerang Selatan tersebut, Chief Operating Officer Merdeka Ronov Indonesia Ronald Maukar mengatakan, bahwa potensi Tangerang Selatan sangat luar biasa untuk terus dikembangkan. Pihaknya menangkap peluang yang bagus untuk membangun proyek mix used di kawasan ini. Ronald berjanji, pihaknya akan berpartisipasi dalam pembangunan wilayah Tangerang Selatan lewat pengurangan tingkat pengangguran.

"Pembangunan Intermark akan membuka lapangan pekerjaan sekurang-kurangnya bagi 500 orang," ujar Ronald.

Baca juga: Airin: Ada Empat Syarat Membangun di Tangsel!


09.37 | 0 komentar | Read More

Membuang Bau Tak Sedap di Toples Kaca

Written By Unknown on Sabtu, 02 Maret 2013 | 09.37

www.houzz.com

Anda juga bisa menggunakan air hangat dan baking soda. Caranya, campurkan baking soda dengan sedikit air, lalu masukkan ke dalam toples. Banyaknya air kira-kira 3 inci dari dasar toples dengan satu sendok teh baking soda.

www.houzz.com

Anda pun bisa menggunakan kertas koran untuk membersihkan toples kaca ini. Caranya, bakar kertas koran dan masukkan dalam toples. Tunggu sampai api padam, kemudian buang abunya. Kemudian, bilas toples dengan air hangat dan sabun pembersih.

www.houzz.com

Anda pun bisa menggunakan kertas koran untuk membersihkan toples kaca ini. Caranya, bakar kertas koran dan masukkan dalam toples. Tunggu sampai api padam, kemudian buang abunya. Kemudian, bilas toples dengan air hangat dan sabun pembersih.

KOMPAS.com - Toples kaca sering dijadikan pilihan menyimpan bumbu masak. Selain lebih higienis, model kaca transparan mempermudah Anda untuk membedakan langsung isi toples tanpa harus memberi label atau membukanya.

Namun, bau tidak sedap usai pemakaian seringkali toples kerap mengganggu. Berikut tips jitu menghilangkan bau pada toples kaca yang mungkin bisa Anda manfaatkan:

Air dan sabun

Gunakan air hangat dan sabun pencuci piring. Caranya, masukkan campuran air dan sabun ini ke dalam toples, kemudian gosokkan dengan menggunakan sikat botol. Air hangat dapat membantu meluruhkan bau dan sisa bumbu yang menempel pada toples.

Air dan baking soda

Anda juga bisa menggunakan air hangat dan baking soda. Caranya, campurkan baking soda dengan sedikit air, lalu masukkan ke dalam toples. Banyaknya air kira-kira 3 inci dari dasar toples dengan satu sendok teh baking soda.

Selanjutnya, kocok toples dan diamkan semenit. Langkah selanjutnya, Anda tinggal membilasnya dengan air. Setelah itu, lakukan lagi proses ini dengan hanya menggunakan air hangat untuk meluruhkan sisa baking soda yang menempel.

Kertas koran

Anda pun bisa menggunakan kertas koran untuk membersihkan toples kaca ini. Caranya, bakar kertas koran dan masukkan dalam toples. Tunggu sampai api padam, kemudian buang abunya. Kemudian, bilas toples dengan air hangat dan sabun pembersih.

Jeruk nipis

Manfaat lain jeruk nipis juga bisa untuk membersihkan toples. Caranya, campurkan jeruk nipis, ketimun, dan air hangat, lalu masukkan dalam toples. Setelah itu, kocok dan masukkan lemari es, kemudian diamkan semalam. Selanjutnya, keluarkan dan cuci bersih toples dengan air. Selamat mencoba!

(Febrina Syaifullana)


09.37 | 0 komentar | Read More

Tak Laku Dijual, Rumah Mendiang Senator AS Akan Dihancurkan!

www.dailymail.co.uk

Sayangnya, kesederhanaan tidak cukup untuk mempertahankan konstruksi rumah ini agar tetap berdiri. Rumah tersebut gagal menjaga daya tariknya sehingga perlu dirombak.

www.dailymail.co.uk

Untuk memberikan tempat bagi chateau bergaya Perancis seluas 30.000 kaki persegi atau 2.787 meter persegi tersebut, rumah tempat Ted dan Joan membesarkan anak-anak mereka di tahun 1970-an harus dihancurkan terlebih dahulu.

www.dailymail.co.uk

Harga semahal itu sudah termasuk dengan paket pembuatan mansion berisi 10 kamar tidur, 12 kamar mandi, 1 toilet, delapan perapian, kolam renang indoor dan outdoor, lapangan tenis, dan lapangan badminton indoor, garasi lima mobil, dan sebuah pos jaga.

www.dailymail.co.uk

Senator Ted Kennedy menikahi isteri keduanya, Vicki di McLean home, pada 1992.

KOMPAS.com - Rumah yang pernah menjadi milik mendiang Ted Kennedy di McLean, Virginia, Amerika Serikat, menurut The Washington Post kini dijual seharga 45 juta dolar AS atau sekitar Rp 436,89 miliar. Tapi, tunggu dulu, harga semahal itu bukan kompensasi dari rumah yang pernah ditinggali keluarga Kennedy.

Untuk uang sebanyak 45 juta dolar AS itu, pembelinya akan mendapatkan sebuah rumah besar atau chateau bergaya Perancis. Untuk memberikan tempat bagi chateau bergaya Perancis seluas 30.000 kaki persegi atau 2.787 meter persegi tersebut, rumah tempat Ted dan Joan membesarkan anak-anak mereka di tahun 1970-an harus dihancurkan terlebih dahulu.

Rumah tersebut berada di area pepohonan McLean, Virginia. Meski berukuran cukup besar, rumah ini tidak menampilkan suasana glamor sama sekali. Keberadaannya hanya menampilkan kesederhanaan dalam kekayaan milik keluarga Kennedy.

Sayangnya, kesederhanaan tidak cukup untuk mempertahankan konstruksi rumah ini agar tetap berdiri. Rumah tersebut gagal menjaga daya tariknya.

Menurut The Washington Post, rumah tersebut dibeli oleh Eric Hotung, seorang pengusaha sukses asal Hong Kong pada tahun 1990-an. Hotung membelinya "hanya" dengan 6 juta dolar AS.

Tahun lalu, Hotung mulai mencoba menjual rumah tersebut dengan harga 10 juta dolar AS. Kemudian, The Building Group sempat mendekatinya agar bisa bekerja sama membangun chateau untuk menggantikan rumah aslinya dan mendongkrak nilai properti tersebut.

Untuk memberikan efek kejut terhadap pasar, dan dengan tujuan menarik perhatian pasar terhadap rumah ini, pada Januari 2013 lalu rumah tersebut kembali dijual seharga 45 juta dolar AS. Harga semahal itu sudah termasuk dengan paket pembuatan mansion berisi 10 kamar tidur, 12 kamar mandi, 1 toilet, delapan perapian, kolam renang indoor dan outdoor, lapangan tenis, dan lapangan badminton indoor, garasi lima mobil, dan sebuah pos jaga.

Berbeda 180 derajat dengan rumah bergaya peternakan milik keluarga Kennedy, chateau bergaya Perancis bernama 'Le Chateau de Lumiere' ini akan menggantikan kesederhanaan rumah tersebut. Bukan hanya berbeda, lokasi rumah tersebut juga akan kehilangan nilai sejarah dan romantismenya.

Pada awalnya, rumah yang berada di sisi sungai tersebut didesain oleh John Carl Warnecke. Warnecke merupakan arsitek yang bertanggung jawab pada desain makam John F. Kennedy di Arlington National Cemetery.

Baca juga: Rumah Baru Michael Jordan yang "Ruarrr Biasa"


09.37 | 0 komentar | Read More

Plus Minus Mengaplikasikan Lantai Bata

www.houzz.com

Lantai batu bata tergolong kuat. Untuk lantai dasar rumah, material ini dapat diandalkan karena tidak mudah lapuk, tidak membutuhkan pengecatan atau finishing ulang.

www.houzz.com

Lantai batu bata yang tidak dipoles akan terasa sedikit kasar. Tekstur ini justru dapat menjadi penahan dan mengurangi risiko kecelakaan akibat permukaan licin.

www.houzz.com

Batu bata mungkin mampu menahan air untuk dinding Anda. Sayangnya, hal tersebut tidak berlaku bagi lantai.

www.houzz.com

Jika air tertumpah di atas lantai batu bata Anda, partikel air akan masuk ke pori-pori batu bata tersebut dan menimbun. Untuk itu, cobalah mengaplikasikan pelapis secara berkala untuk menjaga lantai batu bata bebas dari lumut, jamur, atau retak.

KOMPAS.com - Penggunaan lantai batu bata memberikan kesan tersendiri yang istimewa. Selain nuansa rustic, klasik, dan bernuansa rumah tua, lantai batu bata juga memberikan rasa nyaman yang penuh nostalgia.

Selain itu, lantai batu bata juga merupakan kombinasi apik antara ketahanan dan warna-warni menyerupai warna kayu. Warnya cenderung netral dan dapat menyatu dengan hampir seluruh gaya dekorasi rumah. Bagi Anda yang mulai tertarik dengan penggunaan batu bata, berikut ini plus-minus pemakaiannya: 

Kelebihan

- Fleksibilitas Desain

Keuntungan pertama yang bisa segera Anda rasakan adalah banyaknya variasi desain. Hanya dengan menyusun batu bata dengan urutan dan pola berbeda, Anda akan mendapatkan desain dan nuansa berbeda pula.

- Kokoh

Lantai batu bata tergolong kuat. Untuk lantai dasar rumah, material ini dapat diandalkan karena tidak mudah lapuk, tidak membutuhkan pengecatan atau finishing ulang. Selain itu, lantai batu bata juga dapat bertahan menghadapi kondisi ekstrem serta tingginya lalu-lintas di atas lantai tersebut. Lantai batu bata juga tahan panas.

- Terjangkau dan ramah lingkungan

Berbeda dengan jenis ubin hias lainnya, ubin dari batu bata cenderung lebih murah. Selain itu, batu bata yang terbuat dari tanah liat umumnya terbuat dari bahan-bahan alami. Bahkan, Anda dapat menggunakan batu bata bekas dari struktur bangunan yang telah dihancurkan untuk mendapatkan efek vintage.

- Tahan licin

Lantai batu bata yang tidak dipoles akan terasa sedikit kasar. Tekstur ini justru dapat menjadi penahan dan mengurangi risiko kecelakaan akibat permukaan licin.

Kekurangan 

- Keras

Sayangnya, berdiri terlalu lama di atas lantai batu bata tidak menyenangkan. Lantai terasa keras dan melelahkan kaki. Untuk menanggulangi masalah ini, Anda bisa mencoba untuk menggunakan keset empuk dan tebal agar kaki dan tulang punggung tidak lecet atau cedera.

- Tidak rata

Setiap batu bata cenderung unik. Meski di satu sisi hal ini membuat batu bata lebih menarik, di sisi lain hal ini akan membuat permukaan lantai tidak rata.

- Berat

Berbeda dengan ubin, batu bata akan jauh lebih berat. Untuk menghindari adanya kecelakaan dan robohnya konstruksi rumah, ada baiknya Anda hanya menggunakan batu bata untuk lantai dasar rumah, bukan lantai dua ke atas.

- Rentan lembab

Batu bata mungkin mampu menahan air untuk dinding Anda. Sayangnya, hal tersebut tidak berlaku bagi lantai. Jika air tertumpah di atas lantai batu bata Anda, partikel air akan masuk ke pori-pori batu bata tersebut dan menimbun. Untuk itu, cobalah mengaplikasikan pelapis secara berkala untuk menjaga lantai batu bata bebas dari lumut, jamur, atau retak.


09.37 | 1 komentar | Read More

Modernland Luncurkan Klaster Terbaru 29 Unit

Written By Unknown on Jumat, 01 Maret 2013 | 09.37

TANGERANG, KOMPAS.com - Modernland Realty Tbk., pengembang Kota Modern di Jl Jenderal Sudirman, Kota Tangerang (Banten), kembali meluncurkan klaster baru, yakni Neo Pasadena. Klaster dengan jumlah sangat terbatas, hanya 29 unit, tersebut dibangun di atas lahan seluas 5.500 meter persegi. 

Kami merancangnya eksklusif, terutama untuk konsumen yang menginginkan hunian di satu klaster dengan jumlah populasi tidak terlalu banyak.

-- Andy K Natanael

Andy K. Natanael, Managing Director Modernland Realty, di Tangerang, Kamis (28/2/2013), mengatakan, pembangunan proyek terbaru ini menelan investasi sebesar Rp 50 miliar. Penjualan perdana (launching) klaster Neo Pasadena ini dilakukan sejak Rabu (27/2/2013) kemarin. 

"Kami merancangnya eksklusif, terutama untuk konsumen yang menginginkan hunian di satu klaster dengan jumlah populasi tidak terlalu banyak," kata Andy.

Tingginya antusiasme masyarakat, lanjut dia, cukup tinggi lantaran lokasi Neo Pasadena berada persis di depan Sport Club, Padang Golf Kota Modern. Sesuai dengan namanya, Neo Pasadena akan menjadi bagian dari pengembangan klaster Pasadena dan Sakura, yang keduanya berada di lokasi berdekatan dan kini hampir keseluruhan huniannya telah dihuni.

Adapun klaster tersebut dirancang dalam dua pilihan rumah dua lantai dengan 2 dan 3 kamar, serta satu kamar pembantu. Luas bangunannya sendiri berkisar 60 meter persegi sampai 97 meter persegi dengan ukuran kaveling masing-masing 120 sampai 130 meter persegi. Harga yang ditawarkan untuk hunian tersebut mulai dari Rp 1,2 miliar sampai Rp 1,6 miliar. 

"Selain itu kami masih menyediakan space lebih di sisi belakang rumah sehingga cukup memadai untuk pengembangan ruang ke depannya. Bahkan, kami juga sudah menyiapkan layout pengembangannya agar tidak mengganggu bangunan inti," tambah Andy.

Terkait pengembangan proyek-proyeknya, Andy mengatakan, bahwa pihaknya optimistis mencapai target 2013 dengan meraih penjualan (marketing sales) sebesar Rp 2,6 triliun. Angka tersebut naik 260 persen dibandingkan perolehan 2012 lalu sebesar Rp 1 triliun lebih.

"Banyak faktor yang dapat mendukung untuk tercapainya target tersebut, baik internal maupun eksternal. Jadi, kami optimistis dapat mencapai target tersebut," kata Andy.

Sepanjang semester pertama tahun ini, Modernland Realty akan fokus pada tiga kegiatan. Pertama, merampungkan pembangunan hunian di sejumlah klaster yang telah terjual selama dua tahun belakangan, seperti klaster Costa Rica dan La Valetta. Kedua, merampungkan pembangunan komplek ruko La Valetta, Costa Rica, dan Modern Walk.

"Ini untuk memenuhi komitmen serah terima kepada konsumen tepat waktu. Selain itu, agar penghuni dapat menikmati tambahan fasilitas yang akan dibuka di tiga komplek ruko itu. Dengan fasilitas lengkap, harga properti dan nilai investasinya otomatis juga akan ikut meningkat," papar Andy.

Adapun kegiatan ketiga, kata Andy, tahun ini pihaknya akan melakukan revitalisasi lahan di area pengembangan tahap pertama. Optimalisasi pemanfaatan lahan tersebut dilakukan melalui pembangunan apartemen dan kondotel di area premium di sekeliling kawasan lapangan golf.

"Kondotel ini kelak pengoperasiannya bekerjasama dengan dengan salah satu operator hotel bertaraf internasional. Setahun terakhir ini banyak sekali konsumen yang meminta agar pembangunan kondotel dipercepat," ujarnya.


09.37 | 0 komentar | Read More

Colliers: Belajar dari Pengalaman, Jangan Takut "Over Supply"!

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat ini persediaan ruang perkantoran di Jakarta masih berjumlah lebih sedikit dari permintaannya. Namun demikian, keadaan akan berubah cukup drastis dalam tiga tahun mendatang.

Di Indonesia ada kecenderungan mengabarkan, namun belum tentu benar-benar membangun. Jadi, saya tidak terlalu khawatir akan terjadi kelebihan suplai.

-- Bagus Adikusumo

Colliers International memperkirakan, jumlah persediaan ruang perkantoran di Jakarta pada 2016 mampu melebihi jumlah permintaannya. Director Office Service Colliers International Bagus Adikusumo menghimbau publik agar tidak panik menghadapi kemungkinan tersebut. Pasalnya, over supply atau kelebihan jumlah persediaan yang akan memicu bubble tidak akan terjadi.

"Hanya saja, jika ada pertanyaan apakah akan over supply, jawaban saya begini. Tahun 2010, 2011, 2012, riset kita membuktikan real demand itu melebihi projection demand pada kenyataannya. Saya tidak kaget jika 2013 juga seperti itu," papar Bagus usai jumpa pers peluncuran proyek Intermark oleh  Merdeka Ronov Indonesia di Jakarta, Kamis (28/2/2013).

"Walaupun suplai di 2016 banyak, demand-nya tidak sebanyak permintaan. Tapi, real demand-nya melebihi projection demand. Selain itu, orang yang mengatakan akan membangun pada 2016 biasanya baru mengumumkan saja. Di Indonesia ada kecenderungan mengabarkan, namun belum tentu benar-benar membangun. Jadi, saya tidak terlalu khawatir akan terjadi kelebihan suplai," tambahnya.

Menurut dia, banyak orang bertanya soal penggelembungan, soal over supply. Di sisi lain pemerintah sekarang mewajibkan uang muka sebesar 20 persen hingga 30 persen, dan 70 persennya dicicil hingga 10 tahun.

"Artinya, kemampuan membayar sampai kemampuan saving masyarakat menengah kita masih ada," kata Bagus.

Berdasarkan risetnya Colliers International memaparkan, persediaan ruang perkantoran di wilayah "segitiga emas" Jakarta hanya berjumlah 100.000 kantor, sedangkan permintaan terhadap ruang perkantoran di kawasan tersebut mencapai 330.000 unit. Sementara itu, jumlah permintaan keseluruhan di luar area CBD (Central Bussiness District) saat ini mencapai 200.000 pertahun.

"Ketika ada permintaan, terutama dalam jumlah sebesar ini, maka geliat properti akan terus berlanjut." lanjut Bagus.

Dia juga mengatakan, geliat tersebut akan menciptakan stabilisasi antara jumlah stok dan permintaan. Stabilisasi tersebut kelak akan terjadi pada 2016. -

"Kecenderungan membangun unit perkantoran di luar wilayah segitiga emas itu sebenarnya fenomena yang dapat diramalkan. Keterbatasan tanah di daerah ini dan tingginya permintaan akan terus memompa harga ke level yang sangat tinggi," papar Bagus.

Menurut dia, perusahaan yang mengalami tantangan dalam pembayaran biaya sewa tinggi akan mulai memilih untuk keluar dari lokasi tersebut. Wilayah yang mendapat sorotan sebagai lokasi baru pusat perkantoran adalah Jakarta Selatan dan Jakarta Barat.

"Pada saat mereka ke luar, mereka akan melihat yang akses tolnya bagus, dekat dengan pemukiman pegawai. Akhirnya 'larinya' ke TB Simatupang, ke BSD, bahkan Bintaro. Apalagi tolnya menyambung dari JOR ke bandara. Perkembangannya akan seperti itu," katanya.

Di kawasan non-CBD sendiri, lanjut Bagus, secara keseluruhan permintaannya mencapai 200.000 pertahun. Memang, kata dia, mayoritas stok berada di TB Simatupang.

Sebagai catatan, selain wilayah Jakarta Selatan, pekan ini Grup Pondok Indah baru saja mengumumkan rencananya membangun CBD di Kawasan Puri Indah Jakarta. Namun, pembangunan CBD dengan investasi mencapai Rp 4 triliun tersebut baru akan rampung pada 2025 mendatang.


09.37 | 0 komentar | Read More

"Segitiga Emas" Tak Semenarik Dulu....

JAKARTA, KOMPAS.com — Merebaknya pembangunan ruang-ruang kantor di daerah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan seperti mengindikasikan kemungkinan bergesernya pusat perekonomian di wilayah Jakarta. Bila tidak demikian, maka setidaknya hal tersebut menggambarkan penurunan daya tarik wilayah "segitiga emas" atau "golden triangle" di Jakarta.

Sekarang itu, dengan ditopang oleh pertumbuhan kelas menengah yang begitu tinggi, sektor properti terangkat sehingga sekarang ini tidak hanya di CBD yang berkembang pesat, di luar CBD juga demikian.

-- Bagus Adikusumo

"Sekarang itu, dengan ditopang oleh pertumbuhan kelas menengah yang begitu tinggi, sektor properti terangkat sehingga sekarang ini tidak hanya di CBD yang berkembang pesat. Di luar CBD juga demikian. Tidak hanya di golden triangle yang berkembang pesat, tapi juga di luar wilayah itu," kata Director Office Service Colliers International Bagus Adikusumo dalam sebuah wawancara singkat di Jakarta, Kamis (28/2/2013).

"Saat ini kawasan TB Simatupang sudah menjadi daerah incaran kedua perusahaan-perusahaan untuk berkantor, kalau tidak perlu ada di golden triangle," tambahnya.

Bagus menerangkan, central bussiness district (CBD) di wilayah "segitiga emas" Jakarta memiliki pasokan perkantoran yang masih terbatas di 2013. Pasokan saat ini berjumlah 100.000 perkantoran dan tidak mampu memenuhi permintaan sejumlah 330.000 ruang kantor. Oleh karena itu, peningkatan harga akibat keterbatasan pasokan menjadi tantangan bagi beberapa perusahaan.

"Akhirnya mereka memiliki pilihan untuk keluar. Pada saat mereka ke luar, mereka akan melihat yang akses tolnya bagus, dekat dengan permukiman pegawai. Akhirnya, 'larinya' ke TB Simatupang, ke BSD, bahkan Bintaro," lanjut Bagus.

Bagus optimistis, pasokan ruang perkantoran di wilayah-wilayah alternatif di Jakarta akan mampu memenuhi permintaan ruang perkantoran. Ia memperkirakan, stabilisasi baru akan terjadi pada 2016. Pada saat itu, jumlah persediaan dan permintaan ruang perkantoran akan seimbang. Adapun wilayah "segitiga emas" di Jakarta merupakan wilayah di pusat Jakarta yang dihubungkan dengan tiga jalan utama, yaitu Jalan Sudirman hingga Thamrin, serta Rasuna Said (Kuningan) dan Jalan Gatot Subroto.


09.37 | 0 komentar | Read More

UU Rusun Masih Menuai Reaksi Negatif

Written By Unknown on Kamis, 28 Februari 2013 | 09.37

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah ditetapkan pada 2011 lalu, Undang-Undang No.20 Tahun 2011 tentang rumah susun (rusun) menuai berbagai reaksi negatif. Salah satu komentar negatif tertuju pada pengaturan Nilai Perbandingan Proporsional (NPP).

NPP berdasarkan nilai, menurut hemat kami tidak realistis karena nilai jual merupakan wewenang developer dalam menjalankan bisnisnya.

-- Toni

"NPP berdasarkan nilai, menurut hemat kami tidak realistis karena nilai jual merupakan wewenang developer dalam menjalankan bisnisnya. Jadi, angka itu tidak bisa dipatok dengan harga awal dan menghitung nilai pembangunan awal," ujar Toni, salah satu pengurus rusun di Jakarta Pusat pada Focus Group Discussion digelar oleh Persatuan Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Indonesia (P3RSI), Rabu (27/2/2013).

Toni mengatakan, nilai pembangunan juga berkembang. Di sisi lain, harga bahan dan biaya upah buruh juga bisa naik.

"Sangat dinamis sehingga NPP tersebut tidak realistis," lanjut Toni.

Menanggapi komentar peserta diskusi tersebut, Deputi Perumahan Formal Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) Pangihutan Marpaung mengatakan, mengenai NPP pihaknya tidak mengetahui mekanismenya.

"Apakah harus melalui judicial review atau ada cara lain, sebab ini sudah diundangkan," ujarnya. 

Namun, meski tidak yakin dengan mekanisme untuk memodifikasi NPP, Marpaung menekankan, bahwa tujuan DPR adalah keberpihakan terhadap masyarakat. Namun, NPP merupakan unsur penting yang harus dicermati, baik oleh pengembang maupun bagi konsumen.

"Karena NPP adalah dasar perhitungan kepemilikan unit rusun untuk menentukan besarnya hak suara penghuni dalam pengambilan keputusan di komunitas dan sertifikat Hak Guna Bangunan," ujar Marpaung.

Dia menambahkan, NPP menunjukkan perbandingan satuan rumah susun (sarusun) terhadap hak atas bagian bersama, benda bersama dan tanah bersama dalam rusun yang bersangkutan.

Komentar tersebut diamini oleh Ketua DPP REI Setyo Maharso. Setyo mengungkapkan, pada awalnya penghitungan NPP justeru dapat dilakukan berdasarkan besaran luas. Dalam UU Rusun No. 20/2011, penghitungan NPP dinilai berdasarkan nilai sarusun terhadap jumlah nilai rumah susun secara keseluruhan pada waktu pelaku pembangunan pertama kali memperhitungkan biaya pembangunannya secara keseluruhan untuk menentukan harga jualnya. Padahal, sebelumnya NPP dapat juga dihitung berdasarkan luas. Hal ini tercantum dalam Pasal 1 Ayat 7 PP No. 4 Tahun 1988.

Di sisi lain, meskipun menyetujui, bahwa lebih mudah menggunakan luasan dalam menghitung NPP, perwakilan Dinas Perumahan DKI Jakarta M Yaya Mulyarso mengatakan undang-undang mengatakan hal lain. Yaya mengatakan, apapun yang sudah tercantum dalam perundang-undangan harus dipatuhi.

Adapun Focus Group Discussion digelar oleh Persatuan Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Indonesia (P3RSI) untuk membahas pentingnya kehadiran PP tentang rumah susun (rusun) dalam mengatasi permasalahan rusun di Indonesia. Diskusi dihadiri oleh Sekretaris Jenderal P3RSI Adjid Lauhatta, Deputi Perumahan Formal Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) Pangihutan Marpaung, Ketua Umum DPP REI Setyo Maharso, serta perwakilan Dinas Perumahan DKI Jakarta M. Yaya Mulyarso.


09.37 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger