Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Pengembang Tentang Reformasi Agraria

Written By Unknown on Selasa, 03 September 2013 | 09.37

NEW DELHI, KOMPAS.com - Setelah lebih dari satu abad, tepatnya 119 tahun, India melaksanakan regulasi pertanahan produk era kolonial Inggris, mereka sekarang bakal punya penggantinya. 

Reformasi agraria yang sudah berlangsung selama beberapa tahun itu dan tersusun dalam draf Undang-undang pertanahan baru, akhirnya disahkan oleh majelis rendah Parlemen India pada Kamis (29/8/2013) lalu.

Aturan baru ini, dirancang untuk memastikan bahwa pemilik lahan atau petani mendapat kompensasi yang cukup ketika tanah mereka digunakan untuk pembangunan. Mereka, terutama yang berada di perdesaan, akan mendapatkan bayaran empat kali nilai pasar yang berlaku di daerah perdesaan dan dua kali harga pasar di daerah perkotaan.Undang-undang baru ini juga mengikat pemerintah, negara dan perusahaan swasta yang memperoleh tanah harus mengalokasikan anggaran untuk membangun permukiman bagi warga atau pemilik yang lahannya telah diakuisisi. Tak sebatas itu, revisi aturan ini juga mengharuskan perusahaan swasta mendapat persetujuan dari 80 persen anggota keluarga yang lahannya kena gusur, agar bisa melanjutkan proyeknya.
 
Meskipun reformasi agraria ini dimaksudkan untuk membuat aturan yang lebih jelas dan mempercepat proses pembebasan lahan, namun para pelaku industri properti justru menentangnya. Mereka beranggapan bahwa peraturan ini akan memicu biaya pembangunan,  dan harga properti, semakin membengkak. Selain itu, berpotensi menyebabkan penundaan proyek.
 
President of the Confederation of Indian Industry (CII), S Gopalakrishnan, mengatakan biaya yang lebih tinggi ini bisa membuat proyek dan industri menjadi tidak layak dan memicu ekonomi biaya tinggi di India secara keseluruhan. Sehingga menyebabkan penundaan karena harus mendapatkan persetujuan dari begitu banyak pemilik lahan.

Hal senada diutarakan Managing Director of Land Service Jones Lang LaSalle India, Mayank Saksena. Menurutnya, bagi pengembang, biaya tanah akan meningkat secara signifikan, dan akan mempengaruhi biaya proyek dan selisih keuntungan.

"

Valuasi tanah sudah tinggi dan akan semakin melambung ketika pembebasan lahan menjadi lebih sulit. Siapapun tanpa land bank yang ada, sekarang akan mengalami peningkatan biaya lebih besar untuk melakukan sebuah pengembangan," katanya.
 
Selain itu, proses pembebasan lahan bisa memakan waktu hingga lima tahun. Menurut Chairman The Federation of Indian Chambers of Commerce and Industry, Gopala Krishnan, reformasi akan berlaku retrospektif dalam kasus-kasus tertentu."Penerapan secara retrospektif dari RUU itu akan sangat mempengaruhi proyek industri yang sedang berlangsung. Lamanya proses pembebasan lahan akan mengakibatkan penundaan dan over budget meningkat," kata Gopalakrishnan.Reformasi tanah juga bisa mengakibatkan pengembang terlibat dalam perselisihan, karena beberapa orang dalam keluarga yang lahannya tergusur memiliki pandangan dan pendapat yang berbeda.COO Hindustan Construction Company (HCC), Rajgopal Nogja, menilai, dengan bergulirnya isu ini secara terbuka, ada risiko yang sangat tinggi secara litigasi. Investor yang telah membenamkan modalnya dalam jumlah besar harus ekstra hati-hati.

Silang pendapat yang terjadi di India, tampaknya tak begitu berpengaruh terhadap kepastian diberlakukan tidaknya RUU ini. Kendati masih harus disetujui oleh majelis tinggi parlemen sebelum bisa diundangkan, namun biasanya, ini hanya sebuah formalitas.


09.37 | 0 komentar | Read More

Catat... 10 Kesalahan Ketika Menjual Rumah!

KOMPAS.com — Menjual rumah dan pindah ke lokasi baru bisa jadi merupakan gerbang menuju tahapan baru dalam kehidupan Anda. Namun, tanpa persiapan yang matang dan perhitungan tepat, keputusan tersebut bisa juga menjadi bencana dan membawa lebih banyak masalah.

Sebelum melakukan kesalahan yang sama, tidak ada salahnya Anda belajar dari kesalahan orang lain. Berikut ini sepuluh kesalahan yang kerap dilakukan ketika menjual rumah: 

1. Menjual rumah sebelum siap

Sebelum memasukkan iklan penjualan rumah Anda di media cetak, elektronik, atau memasang tanda di depan rumah, pastikan Anda sudah siap. Tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga mental. Secara fisik, artinya Anda sudah memiliki rencana tujuan kepindahan Anda. Contoh mudahnya, jika rumah baru Anda belum selesai dibangun, Anda sebaiknya merencanakan kepindahan sementara dengan menyewa kontrakan. Sementara itu, secara mental, artinya Anda harus siap sewaktu-waktu berpisah dengan lingkungan rumah Anda saat ini.

2. Memasuki pasar properti tanpa cukup informasi

Ketahui dahulu kondisi pasar properti selama enam bulan ke belakang, setidaknya secara garis besar. Tidak hanya kondisi pasar properti setempat, ada baiknya juga Anda mengetahui kondisi perekonomian global yang kemungkinan berdampak pada pasar properti lokal. Mudahnya, perhatikan berita properti terkini, terutama di sekitar tempat Anda.

3. "Tanpa perantara", tanpa pengetahuan

Beberapa pemilik rumah lebih tertarik menjual propertinya tanpa perantara atau makelar dengan berbagai pertimbangan. Umumnya, pertimbangannya tersebut berorientasi pada kurangnya potongan komisi.

Sebenarnya, ada lebih banyak hal yang harus Anda ketahui dan pelajari sebelum menjual rumah tanpa perantara. Anda sebaiknya mengetahui status hukum properti yang Anda jual, serta memastikan transaksi tersebut legal secara hukum.

4. Tidak memercayai insting Anda ketika mempekerjakan perantara

Menggunakan jasa perantara pun tidak semudah kata-kata. Anda harus sensitif dalam memilih pihak yang cocok sebagai perantara Anda. Tanpa adanya kecocokan antara Anda dan makelar (realtor), akan sulit menjual rumah Anda. Namun, sebaiknya Anda juga tidak pasrah dalam transaksi penjualan rumah. Pastikan proses dan hasil akhirnya sesuai dengan keinginan dan kebutuhan Anda.

5. Menggunakan jasa karena kenal

Sebaiknya, Anda memilih realtor berdasarkan profesionalitasnya, bukan hanya karena kenal atau karena dia anggota keluarga Anda. Dengan memilih berdasarkan kecakapan kerjanya, Anda akan mendapatkan lebih banyak keuntungan ketimbang hanya berdasarkan kedekatan personal.

6. Terlalu banyak "mendandani" rumah

Memperbaiki rumah memang mampu menjadi nilai tawar yang baik bagi rumah Anda. Namun, ingatlah juga bahwa ada batas harga untuk rumah Anda tersebut. Memasukkan terlalu banyak fitur mahal dalam rumah Anda bisa tidak sebanding dengan kenaikan harga rumah.

7. Memberikan harga rumah sesuai keinginan

Memberikan harga rumah memang tahap yang tidak mudah, tetapi juga tidak sulit. Sebagai pemilik rumah, tentu Anda berharap banyak pada rumah tersebut. Hanya saja, lakukanlah riset terlebih dahulu mengenai harga rumah-rumah di sekeliling tempat tinggal Anda. Jangan sampai, Anda terlalu fokus pada keuntungan yang ingin Anda buat dan justru berpengaruh pada ketidaklakuan rumah Anda.

8. Mengutamakan perasaan dalam transaksi

Anda mungkin sudah menghabiskan banyak waktu di rumah yang tengah Anda jual. Mungkin juga Anda sudah melewatkan berbagai kejadian penting bersama keluarga di rumah tersebut. Namun, jangan sampai Anda mengutamakan perasaan ketika melakukan transaksi.

Anda harus tetap obyektif pada keadaan rumah. Calon pembeli tidak mengetahui cerita dan kenangan di balik rumah tersebut. Mereka hanya akan melihat bukti-bukti dan fitur yang tersedia di rumah Anda. Ingatlah bahwa rumah tersebut kini menjadi komoditas. Maka, perlakukan rumah tersebut sebagaimana seharusnya.

9. Merahasiakan masalah di rumah

Alih-alih menyembunyikan masalah-masalah konstruksi seperti kebocoran, sebaiknya Anda justru mengakui dan berusaha memperbaikinya. Jika Anda tidak jujur, hal ini justru akan berpengaruh pada kredibilitas dan penawaran harga Anda.

10. Terburu-buru

Terburu-buru dapat menjadi masalah bagi banyak hal, termasuk menjual rumah. Terlalu bersemangat dan terburu-buru menjual ketika proses perbaikan dan usaha mempercantik rumah belum rampung justru tidak menarik bagi calon pembeli. Selesaikan dahulu persiapan rumah Anda, persiapkan mental Anda, dan berhati-hatilah dalam transaksinya.    

Sumber: www.freshome.com


09.37 | 0 komentar | Read More

Eropa Rayu China Beli Properti Berhadiah Visa

LISBON, KOMPAS.com - Ada banyak cara keluar dari krisis dan menyelamatkan perekonomian Negara. Cara yang ditempuh sejumlah negara Eropa Selatan berikut ini, bisa jadi mangkus dan sangkil, yakni mengiming-imingi pemberian visa emas untuk pembeli properti.

Negara Eropa Selatan tersebut adalah Portugal, Yunani dan Siprus. Ketiganya menawarkan ijin tinggal sementara kepada para investor asing, dan China merupakan sasaran utama mereka. Selain negara tersebut, Spanyol, bahkan telah memulainya.

Mengapa China? Karena saat ini arus modal (terutama investor properti) China membanjiri Vancouver, London, dan sebagian besar wilayah Amerika Utara. Arus modal ke luar negeri ini dipicu oleh kebijakan pengetatan dan kontrol terhadap spekulasi properti di wilayah China daratan.

Menurut Luis Hortelão, broker Re/Max di Lisbon, investor China tahu persis kebutuhannya yakni properti modern yang akan disewakan kembali dan visa gratis untuk perjalanan keliling Eropa.


09.37 | 0 komentar | Read More

Perancang Lake Point Tower, Wafat

Written By Unknown on Senin, 02 September 2013 | 09.37

, desainer legendaris pencipta Executive Chair, wafat karena bencana kebakaran, George Schipporeit menyusulnya kemudian.

Arsitek dan perancang gedung ikonik Lake Point Tower, tutup usia pada usia 80 tahun, Kamis (29/8/2013) waktu setempat. Seperti dilaporkan Chicago Tribun, Schipporeit, yang juga mantan Dekan Arsitektur di Illinois Institute of Technology, Chicago, meninggal karena komplikasi pneumonia.

Lake Point Tower merupakan karya yang dia rancang pada usia 29 tahun bersama John Heinrich. Keduanya belajar di bawah asuhan Ludwig Mies van der Rohe. Pencakar langit yang menjulang 196,5 meter, mencakup 70 lantai tersebut dirampungkan konstruksinya pada tahun 1968 dan merupakan gedung paling monumental di angkasa Chicago.

Selain Lake Point Tower, karya 


09.37 | 0 komentar | Read More

Ruang Sempit Bisa Berfungsi Maksimal, Ini Triknya...

www.homedit.com

Ruang berukuran kecil efektif dan relatif lebih mudah dibersihkan ketimbang yang berukuran besar.

www.homedit.com

Ketika mengerjakan pengaturan interior ruangan berukuran kecil, pastikan perabotan berukuran tepat. Hindari perabotan dengan ukuran yang terlalu besar dan tampak "gemuk" seperti sofa-sofa empuk. Pilihlah sofa modern yang lebih "ramping" dan hemat tempat.

www.homedit.com

Pilihlah furnitur dengan corak dan warna yang sesuai.

www.homedit.com

Ottoman bisa menjadi salah satu furnitur multifungsi, sebagai tempat duduk sekaligus meja kopi. Letakkan nampan cantik jika Anda menginginkan permukaan yang keras dan datar pada ottoman.

www.homedit.com

Manfaatkanlah berbagai furnitur sebagai tempat penyimpanan. Buatlah ruang-ruang sisa di sekitar window seat sebagai tempat penyimpanan. Begitu juga dengan ottoman yang bisa berfungsi ganda sebagai tempat nyaman untuk beristirahat.
KOMPAS.com - Ruangan berukuran kecil memberikan banyak keuntungan. Bagi orang-orang yang tinggal di daerah beriklim dingin, ruang semacam ini membutuhkan lebih sedikit energi untuk menghangatkannya. Selain itu, ruang berukuran kecil pun efektif dan relatif lebih mudah dibersihkan ketimbang yang berukuran besar.

Hanya, ada tantangan tersendiri mendekorasi ruangan berukuran mungil. Dibutuhkan siasat khusus agar dekorasi maksimal tapi tidak terasa sesak, berikut langkahnya:

Cara pertama, ukur perabotan Anda. Ketika mengerjakan pengaturan interior ruangan berukuran kecil, pastikan perabotan berukuran tepat. Hindari perabotan dengan ukuran yang terlalu besar dan tampak "gemuk" seperti sofa-sofa empuk. Pilihlah sofa modern yang lebih "ramping" dan hemat tempat.

Cara kedua, buatlah window seat. Manfaatkan ruang sempit di dekat jendela sebagai tempat duduk. Window seat semacam ini menghemat tempat sekaligus fungsional. Buatlah window seat di kamar tidur, ruang kerja, atau di ruang bermain anak.

Cara ketiga, manfaatkan ottoman. Ini bisa menjadi salah satu furnitur multifungsi, sebagai tempat duduk sekaligus meja kopi. Letakkan nampan cantik jika Anda menginginkan permukaan yang keras dan datar pada ottoman.

Keempat, manfaatkanlah berbagai furnitur sebagai tempat penyimpanan. Buatlah ruang-ruang sisa di sekitar window seat  sebagai tempat penyimpanan. Begitu juga dengan ottoman yang bisa berfungsi ganda sebagai tempat nyaman untuk beristirahat.

Cara kelima, gunakan tempat-tempat duduk yang bisa dipindah. Kursi-kursi ringan dan dapat dilipat bisa menjadi kursi tambahan yang efektif ketika ada tamu datang ke rumah. Ketika tidak membutuhkan kursi tersebut, Anda bisa melipat dan menyimpannya.

Cara keenam, pilih warna dan corak yang sesuai. Warna yang netral dan corak yang "membawa" mata secara vertikal, membantu ruang tampak sedikit lebih besar. Pilih juga furnitur yang sesuai.


09.37 | 0 komentar | Read More

"Rumah Khayalan", Solusi Masalah Perkotaan

KOMPAS.com - "Arsitek adalah wakil Tuhan". Demikian Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Munichy B Edrees, memersonifikasikan profesi satu ini. Ia harus dapat menciptakan karya yang bisa membuat hidup manusia lebih baik.

Nah, karya A. Masow Design Studios berikut ini, boleh dibilang solusi atas permasalahan kota yang identik dengan suara bising, polusi dan kesibukan. Mereka merancang ImagineHouse (Rumah Khayalan) yang begitu cantik dan berada di tepi bukit. Rumah ini seolah tengah berjungkit-jungkit.

Dari foto-foto berupa rendering realistik, ImagineHouse ini memiliki karakteristik yang disesuaikan dengan area pepohonan di sebuah kawasan, 15 kilometer di luar Almaty, Kazakhstan.

Ketika mendesain rumah ini, sang arsitek Almasov Almanty memosisikan dirinya sebagai penghuni rumah. Almanty menyadari, siapa pun yang akan menggunakan rumah ini, pasti   membutuhkan kenyamanan. "Saya membayangkan tinggal di dalamnya selama beberapa hari. Oleh karenanya, saya menyadari kebutuhan kenyamanan," ujarnya.

Rumah satu ruangan ini dikelilingi dinding kaca yang terapit beton pada dasar dan atap bangunan. Di beberapa bagian, lempengan kayu digunakan untuk menutup beberapa permukaan kaca agar bisa memberikan keteduhan serta privasi bagi pemilik rumah.

Selain tampak modern dan sederhana, rumah ini juga ramah lingkungan. Pertama, rumah tersebut akan memiliki panel solar yang menjadi sumber listrik. Kedua, rumah ini dilengkapi sistem water harvesting yang dapat menampung air hujan dan menyimpannya di bawah rumah. Air hujan tersebut akan dibersihkan dan didaur ulang.


09.37 | 0 komentar | Read More

Bekasi, Lumbung Apartemen Murah

Written By Unknown on Minggu, 01 September 2013 | 09.37

BEKASI, KOMPAS.com - Bekasi terkini berbeda dengan satu dekade lalu. Dalam konstelasi sektor properti, kawasan penyangga ibu kota Jakarta ini menjadi wilayah garapan para pengembang Nasional. Mereka berkompetisi membangun pusat belanja, hotel, perumahan dan apartemen.

Tercatat nama-nama pengembang papan atas dan menengah mulai dan telah beroperasi di sini; Summarecon Agung, Sinarmas Land, Gapura Prima, Binakarya Propertindo dan Adhi Persada Property. Mereka menyusul eksistensi Jababeka, Lippo Cikarang, dan Metropolitan Land.

Kendati menurut riset Cushman and Wakefield, Bekasi merupakan pemasok dan peraup penjualan rumah tapak terbesar keempat di seluruh area Jadebotabek, namun permintaan hunian vertikal tak kalah besar.

Terbukti, selama kuartal II 2013, terdapat enam proyek baru yang dirilis ke pasar. Keenamnya adalah TTL Residence yang dikembangkan Lippo Cikarang dan Toyota Group, BTC Residence @ BTC City milik Gapura Prima Group, Adede Park & Apartment yang dibangun Artha Debang Development Group, GranDhika City (Adhi Persada Properti), Grand Icon Camang (Agung Abadi Group) dan One Sentosa Cikarang (Cenas Rayaland).

Pasar apartemen Bekasi, diakui pengembang, sangat potensial. Selain kalangan menengah, kelas bawah seperti buruh dan pekerja industri yang tersebar di kawasan ini membutuhkan hunian laik dan terjangkau. Oleh karena itu, mudah dimafhumi jika harga yang dipatok para pengembang, sebagian besar di bawah angka Rp 300 juta. Bahkan satu di antaranya hanya senilai Rp 126 juta.

"Kami melihat di sini ada pasar yang membutuhkan apartemen. Pasar menginginkan hunian yang terintegrasi. Meski bangunannya tidak terlalu tinggi, namun tetap nyaman dan aman dengan harga terjangkau," ujar Jendriko Silalahi, Direktur Utama Artha Debang Development (ADD) Group, saat seremoni pembangunan Adede Park & Apartment, kepada Kompas.com, Jumat (30/8/2013).

Kehadiran proyek apartemen baru tersebut, menggenapi daftar hunian jangkung di Bekasi. Hingga saat ini terdapat 14 proyek apartemen. Mereka adalah Mutiara Apartment, Centerpoint, Crown Executive, Bekasi Tower 88, GranDhika City, Trivium Terrace, The Enviro, M Gold, Grand Icon Caman, One Sentosa, TTL Residence, Bekasi Town Square, Adede Park and Apartment, BTC Residence, dan Blue Oasis City.


09.37 | 0 komentar | Read More

Summarecon Kembangkan 3 Menara Apartemen di Bekasi

BEKASI, KOMPAS.com - Emiten properti, PT Summarecon Agung Tbk, berencana membangun apartemen di atas lahan seluas 3 hektar dalam area pengembangan Summarecon Bekasi.

Direktur Utama Summarecon Agung, Johannes Mardjuki, mengungkapkan rencana perseroannya kepada Kompas.com, Sabtu (31/8/2013). Menurutnya, apartemen yang bakal mereka kembangkan terbagi dalam beberapa tahap konstruksi.

"Tahap awal sekitar 2 sampai 3 tower apartemen. Kami membidik pasar kelas menengah yang tidak dapat mengakses atau membeli perumahan tapak, namun berkeinginan tinggal di Summarecon Bekasi," papar Johannes.

Untuk diketahui, pasca beroperasinya jalan layang KH Noer Ali yang menghubungkan Jl Ahmad Yani dan Summarecon Bekasi, harga rumah di sana sudah mencapai Rp 8 juta per meter persegi. Ini artinya, untuk memiliki satu unit rumah dengan luas minimal 144 meter persegi di klaster Vernonia, konsumen harus merogoh pundi sebesar Rp 1,15 miliar.

Pembeli potensial apartemen di Bekasi, lanjut Johannes, sangat besar. Ceruknya juga tak kalah luas. Untuk itulah, Summarecon Agung mengisi ceruk di antara pasar hunian kelas atas dan bawah. Hunian kelas atas terpenuhi dengan unit-unit klaster yang saat ini tengah dipasarkan, sementara hunian kelas bawah dipasok oleh para pengembang lainnya.

"Jadi, tidak akan muncul potensi "kanibalisme" atau tarik menarik pasar apartemen menengah dan rumah tapak," tandasnya.

Realisasi pembangunan tahap pertama properti terbaru pengembang dengan kapitalisasi Rp 11,2 triliun, ini dijadwalkan tahun 2014 mendatang.


09.37 | 0 komentar | Read More

Perancang Lake Point Tower, Wafat

, desainer legendaris pencipta Executive Chair, wafat karena bencana kebakaran, George Schipporeit menyusulnya kemudian.

Arsitek dan perancang gedung ikonik Lake Point Tower, tutup usia pada usia 80 tahun, Kamis (29/8/2013) waktu setempat. Seperti dilaporkan Chicago Tribun, Schipporeit, yang juga mantan Dekan Arsitektur di Illinois Institute of Technology, Chicago, meninggal karena komplikasi pneumonia.

Lake Point Tower merupakan karya yang dia rancang pada usia 29 tahun bersama John Heinrich. Keduanya belajar di bawah asuhan Ludwig Mies van der Rohe. Pencakar langit yang menjulang 196,5 meter, mencakup 70 lantai tersebut dirampungkan konstruksinya pada tahun 1968 dan merupakan gedung paling monumental di angkasa Chicago.

Selain Lake Point Tower, karya 


09.37 | 0 komentar | Read More

Menebak Nasib Sektor Properti Indonesia ke Depan

Written By Unknown on Sabtu, 31 Agustus 2013 | 09.38

JAKARTA, KOMPAS.com - Pencapaian sektor properti Indonesia, khususnya Jakarta, pada kuartal I dan II tahun ini memang mengesankan. Pertumbuhan terjadi di hampir seluruh lini mulai dari permintaan, pasok, hingga harga. Properti residensial, dan juga komersial seperti pusat belanja, perkantoran, hotel serta kawasan industri melesat ke rekor tertinggi.

Namun, mencermati gejolak perekonomian yang dipicu depresiasi Rupiah dan gonjang ganjing Pasar Saham, akankah pencapaian tersebut dapat terulang? Beberapa pengembang mengaku tetap optimis, kendati kadarnya sudah mulai menipis.

Direktur Ciputra Property, Artadinata Djangkar, mengatakan, pihaknya masih yakin sektor properti akan tetap tumbuh, karena fluktuasi ekonomi sekarang merupakan reaksi yang overshoot dan sifatnya jangka pendek. Volatilitas nilai tukar masih akan berlangsung selama 3-6 bulan ke depan.

"Setelah itu, seharusnya kondisi akan membaik, kembali normal. Kondisi pasar properti sebelumnya, terlalu hot. Saya kira dalam pertengahan hingga akhir tahun ini masih akan tumbuh baik dengan akselerasi pertumbuhan yang wajar," ujar Artadinata kepada Kompas.com, di Jakarta, Jumat (30/8/2013).

Ciputra, lanjut Arta, tidak akan menunda pembangunan proyek baru, seperti menara perkantoran kedua dalam area pengembangan Ciputra World 1 Jakarta. Mereka juga tetap menyelesaikan konstruksi hotel dan apartemen.

"Pembangunan menara perkantoran atau Tower 4 tetap sesuai jadwal. Untuk menjawab kebutuhan ruang kantor sewa. Saat ini saja, DBS Tower (gedung perkantoran pertama) sudah tersewa 90 persen dan terisi 60 persen. Harga sewanya mencapai Rp 350.000 per meter persegi per bulan. Sementara ruang kantor yang dijual seharga Rp 47 juta-Rp 50 juta per meter persegi," papar Arta.

Namun, kuatnya permintaan dan tingginya harga tersebut masih harus diuji, dan apakah masih bisa dipertahankan. Selain volatilitas nilai tukar, juga pasar saham yang terus anjlok akibat penarikan uang oleh investor AS yang justru memulihkan ekonomi mereka. Setelah penurunan pada bulan Agustus, pasar saham secara kumulatif melorot 23 persen selama tiga bulan terakhir.

Berakrobatnya pasar saham tersebut telah mengundang beberapa pengamat asing menarik perbandingan dengan krisis keuangan Asia pada tahun 1997. Menurut Chief Investment Officer for Asia and Middle East Coutts Bank, Gary Dugan, kewajiban jangka pendek Indonesia sama dengan hampir 90 persen dari cadangan devisanya.

"Itu membuat pemerintah Indonesia kesulitan mempertahankan depresiasi mata uang tanpa menaikkan suku bunga lebih agresif, atau menerapkan langkah-langkah untuk menghambat arus keluar modal asing," ujar Gary seperti dikutip Alex Frew McMillan dalam sebuah tulisan di Worldpropertychannel.

Bank Indonesia tak mengubah suku bunga sebesar 6,5 persen pada pertemuan 15 Agustus lalu, dan sejauh ini hanya menaikkan sebesar 75 basis poin tahun ini. Pemerintah telah memperkirakan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,4 persen menjadi 6,8 persen tahun depan, tidak jauh di belakang tingkat ekonomi China saat ini.

Tapi, lanjut Gary, Indonesia bisa terjerembab lebih cepat dari prediksi awal jika bank sentral dipaksa untuk menaikkan suku bunga lebih signifikan, yang akan membantu menarik investasi luar negeri dan menstabilkan Rupiah.

Untungnya,  Dugan tidak melihat pengulangan 1997, ketika bank sentral Asia mempertahankan  mata uang mereka ke titik terendah yang menyebabkan resesi besar. Kali ini bank sentral justru tidak mempertahankan mata uang mereka. Negara-negara Asia juga memiliki jumlah utang yang jauh lebih rendah dari kreditor asing dibandingkan dengan tahun 1997. Saat itu, utang mereka meroket dalam dollar AS, sementara mata uang Asia terpuruk.

Sementara, lembaga pemeringkat Standard & Poor (S&P) menyebut Indonesia adalah satu-satunya pasar properti di Asia Tenggara dengan pertumbuhan positif. Pasar akan mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, suku bunga KPR rendah, peningkatan pendapatan rumah tangga dan migrasi urban yang terus berkembang.

"Perbaikan infrastruktur cenderung memacu pengembangan properti, sedangkan penjualan kondominium dan properti lainnya telah terbukti tangguh," ujar Christopher Lee dan Bei Fu.

Tingkat penjualan ini, menurut  S&P, akan berlanjut hingga akhir 2013 setelah laju pertumbuhan yang cepat selama 12 bulan. Pengembang properti akan menemukan 2013 merupakan tahun yang baik.

Namun begitu, mereka akan semakin menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan pertumbuhan melalui aksi disiplin keuangan. Ini lantaran meroketnya harga tanah akan membuat keadaan lebih sulit untuk mempertahankan sekaligus memperluas bank tanah yang sehat, serta realisasi pembangunan.


09.38 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger