Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Terlambat Dieksekusi, Aturan LTV "Menggeser" Pasar?

Written By Unknown on Kamis, 18 Juli 2013 | 09.37

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghada menuding aturan baru Bank Indonesia mengenai loan to value (LTV) atau rasio pinjaman terhadap nilai rumah dalam kredit pemilikan rumah (KPR) terlambat dieksekusi. Meski terlambat, aturan tersebut dinilai masih efektif meredam aksi spekulan.

Hal tersebut disampaikan dalam diskusi bertajuk "Kawasan Favorit dan Tren Pergerakan Harga Rumah di Jabodetabek", Selasa (16/7/2013) petang. Namun, dalam diskusi tersebut, justru berkembang pandangan lain, yaitu kemungkinan pergerakan investor ke pasar kelas menengah dari menengah atas akibat pengaruh LTV. Dengan kata lain, ada potensi munculnya pergerakan pasar.

Sebagai informasi, BI mengemukakan bahwa rencana aturan LTV akan berlaku mulai 1 September 2013 mendatang. LTV KPR kedua maksimal sebesar 60 persen. Sementara LTV KPR ketiga maksimal 50 persen. Menurut rencana, aturan ini hanya berlaku bagi luas bangunan lebih dari 70 meter persegi. Menurut Ali, kemungkinan tersebut bisa saja terjadi.

"Selisih yang kalau kita bilang Rp 300 juta sampai Rp 1 miliar itu menengah, Rp 1 miliar ke atas sudah menengah atas. Nah, ini daerah abu-abu. Yang atas masih bisa masuk di angka Rp 800 juta. Ini akan membuat kategori menengah atas jadi beda lagi karena investor segmen menengah atas sebagian ke segmen menengah," kata Ali.

Menurut Ali, saat ini pengembang mulai "melirik" pasar menengah ketika pasar menengah atas mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Properti memang tidak akan turun nilainya, tetapi pertumbuhan harga jauh lebih lambat dari sebelumnya.

Ali mengatakan, ia memantau perlambatan di daerah BSD Serpong. Dari 70 persen kenaikan dalam setahun pada 2009 hingga 2011, kini hanya 25 persen pertahun.

"Pengembang tidak bisa menggoreng lagi harganya," ujar Ali.

"Ketika harga pasar jenuh, pengembang akan melihat pasar yang lebih bawah. Yang sebetulnya pasar lebih tinggi di sana, pasar menengah," imbuhnya.

Namun, Ali juga mengatakan, meskipun investor beralih dan banyak membangun di sektor menengah, bagi pengguna akhir (end user) harga rumah tidak akan rendah. Tentu, semakin tingginya harga rumah, masyarakat juga akan semakin sulit mendapatkan rumah.

Menurut Ali, kebijakan LTV ini tidak terintegrasi dengan rumah menengah bawah. Kebijakan tersebut mungkin mampu meredam aksi para spekulan properti. Namun, menurut dia, lambat laun harga properti menengah bawah pun akan naik. Di sinilah seharusnya peran pemerintah
bekerja, lewat bank tanah. Pemerintah punya kekuatan untuk mengatur harga tanah dengan bank tanah tersebut.

Menutup pembicaraan, Ali menekankan optimismenya bahwa mekanisme pasar mampu membatasi "pergeseran" ini. Selain itu, berbagai aturan, seperti hunian berimbang, juga diharapkan mampu meredam pergeseran pasar dari kelas menengah atas ke menengah.


09.37 | 0 komentar | Read More

Pertumbuhan Properti Indonesia Dibiarkan "Manut" Pada Mekanisme Pasar

JAKARTA, KOMPAS.com - Menurut Head of Research Jones Lang LaSalle, Anton Sitorus, laju pertumbuhan akan sedikit melambat. Namun, hal itu tidak akan sampai mempengaruhi pasar properti secara signifikan.

"Upaya BI ini sebetulnya positif dan berpotensi mengendalikan laju pertumbuhan properti supaya tidak kebablasan. Selama ini BI dan Kemenpera belum secara spesifik melakukan intervensi langsung kepada pasar. Properti di Indonesia masih diserahkan kepada mekanisme pasar," jelas Anton kepada Kompas.com, di Jakarta, Rabu (17/7/2013).

Berbeda halnya dengan Pemerintah Singapura yang melakukan intervensi tak sebatas mengenai pembiayaan, namun juga pada hal-hal mendasar lainnya, seperti pembatasan pembelian, pengenaan pajak progresif, regulasi pembiayaan hingga pengendalian pembangunan. Hal serupa juga mulai diterapkan oleh China.

"Pemicu kenaikan harga sebetulnya adalah masalah lahan. Ini sangat berpengaruh terhadap harga properti. Seharusnya, pemerintah mengontrol lahan (ketersediaan dan harga) agar pertumbuhan harga properti bisa ditekan dan potensi gelembung dapat dicegah," imbuh Anton.

Pemerintah Singapura menguasai lahan dalam arti punya ownership yang dikuatkan secara legal. Jika ada investor yang tertarik membangun properti di sebuah kawasan, mereka harus melalui mekanisme lelang.

Pemerintahlah, tambah Anton, yang menentukan parameter pembangunan, segmennya seperti apa dan lain-lain, termasuk di dalamnya mengenai rusun yang dikembangkan Housing Development Board (HDB).

"Pemerintahnya melakukan seperti itu, terjun mengendalikan pembangunan properti," ujarnya.


09.37 | 0 komentar | Read More

BTN Danai 9 Proyek Komersial Duta Putra Land

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Tabungan Negara (BTN) semakin agresif melakukan ekspansi di sektor kredit properti komersial. Salah satu aksi ekspansi tersebut adalah dengan mendanai sembilan proyek properti yang dikembangkan Duta Putra Land.

Untuk sembilan proyek yang berlokasi di Jadebotabek tersebut, BTN mengalokasikan dana sejumlah Rp 1 triliun. Dana sebesar itu terbagi atas kredit pembiayaan KPR dengan komposisi sebanyak 50 persen dan separuhnya lagi untuk kredit konstruksi.

Kepala Divisi Kredit BTN, Budi Hartono  mengatakan suku bunga KPR yang dipatok untuk kerjasama ini adalah sebesar 9 persen.

"Suku bunga khusus tersebut berlaku selama dua tahun pertama untuk selanjutnya mengikuti dinamika pasar," ujar Budi  kepada Kompas.com, di Jakarta, Rabu (17/7/2013) sebelum  penandatanganan MoU antara BTN dan Duta Putra Land.

Tahun ini portofolio kredit BTN mencapai Rp 28 triliun. Porsi terbesar, sekitar 85 persen masih ditujukan untuk kredit properti: di antaranya KPR, KPA, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), kredit konstruksi, renovasi dan lain sebagainya. Sementara 15 persen sisanya  merupakan kredit non properti.

Sejak awal tahun hingga Mei 2013, kredit properti yang telah disalurkan sebesar Rp 15 triliun.


09.37 | 0 komentar | Read More

Cibubur, Kawasan Paling Diincar Pengakses Internet....

Written By Unknown on Rabu, 17 Juli 2013 | 09.37


JAKARTA, KOMPAS.com - Peta kawasan paling diincar oleh konsumen calon pembeli maupun investor perumahan tidak berubah. Kawasan seperti Cibubur, Kelapa Gading, Serpong dan Bintaro tetap menduduki posisi puncak pencarian.

CEO Propertykita.com Fenny Liana mengungkapkan selama bertahun-tahun, hingga hari ini,  kawasan Cibubur masih menduduki peringkat pertama lokasi paling dicari di Jabodetabek. Disusul Kelapa Gading, Serpong, dan Bintaro.

Hal tersebut terindikasi dalam data pengunjung situs Propertykita.com periode Januari-Juni 2013. Kawasan Cibubur dicari oleh 1.464.663 pengunjung situs. Sementara Kelapa Gading diakses 857.467 orang, Serpong (khususnya BSD City) dilihat oleh 639.520 pengunjung. Sementara itu, Harapan Indah dicari 442.412 pengunjung dan Bintaro 413.642 pengunjung.

"Posisi penawaran dan permintaan properti kawasan Cibubur di situs kami begitu tinggi," ujar Fenny kepada Kompas.com, di Jakarta, Selasa (16/7/2013).

Para pengakses situs tersebut mencari properti dengan ambang harga Rp 500 juta. Sejumlah 3.805.437 orang meminati rumah senilai di atas Rp 500 juta. Sementara, 2.426.234 orang, lebih memilih harga rumah di bawah Rp 500 juta.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda fenomena tersebut wajar terjadi. Jika tiga tahun silam, Serpong memuncaki pencarian, kini justru Cibubur. Pasalnya, harga properti di Serpong sudah sangat tinggi sehingga calon pembeli mengalihkan incaran ke kawasan dengan harga yang relatif masih kompetitif.

"Sekarang pun, ketika Cibubur sudah tinggi harganya, konsumen akan melebarkan kawasan pencariannya ke Cileungsi atau pun Bogor. Begitu pula dengan Bintaro yang akan "disaingi" oleh kawasan penyangga di sekitarnya seperti Ciputat dan pamulang," ujar Ali.

Meski Cibubur macet, namun aksesnya terhitung mudah dijangkau. Lebih lagi akan ada penambahan infrastruktur tol yang menghubungkan Cimanggis-Cibitu yang melalui Cibubur.


09.37 | 0 komentar | Read More

Pecahkan Masalah Kesemrawutan Kota dengan Arsitektur!


KOMPAS.com- Gedung ini memang bukan pencakar langit yang mengangkasa. Namun, gedung ini dapat mengubungkan sebuah kota dengan masa depannya, terutama karena multifungsi, multi jenjang dan secara intensif dapat mengantarkan kita kepada kemajuan.

Demikian penilaian Executive Director Council on Tall Buildings and Urban Habitat (CTBUH), Antony Wood, terhadap gedung berjuluk Linked Hybrid yang berlokasi di Beijing, China. Hybrid Linked kaya palet, skala yang dikembangkan pun tepat dan konsisten.

"Kehadiran Linked Hybrid menambah jumlah karya arsitektur berkualitas tinggi untuk kota Beijing. Ini betul-betul merupakan karya yang memperkaya khazanah pembangunan urban yang tidak mengisolasi diri serta secara cerdas menghubungkan antara khayalan dan kenyataan," ujar Antony yang beberapa waktu lalu hadir di Jakarta berbicara tentang Signature Tower.

Kehadiran Linked Hybrid merupakan oase di tengah kepadatan Beijing.


09.37 | 0 komentar | Read More

Harga Lahan di Kebon Melati Selangit!


JAKARTA, KOMPAS.com-
Kebon Melati, memang hanya sebuah nama kelurahan dalam struktur wilayah Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Akan tetapi, "kasta" kelurahan ini kian melambung ketika tersiar kabar PT Intiland Development Tbk akan mengembangkan properti multifungsi seluas lebih kurang 6 hingga 10 hektar.

Kebon Melati menjadi pembicaraan karena di kawasan ini, Intiland bakal menggarap apartemen, hotel, perkantoran dan ruang ritel senilai Rp 400 miliar secara bertahap. Realisasi dari rencana strategis tersebut dilakukan tahun 2014 mendatang.

Corporate Public Relation Intiland Development Prananda Herdiawan mengatakan proyek terbaru ini merupakan properti mixed use dan high rise (memiliki ketinggian tertentu yang dapat dikategorikan sebagai tall building).

"Lahan yang sudah diokupasi Intiland merupakan bank tanah perseroan (land bank) yang sudah dimiliki sejak lama," jelas Prananda kepada Kompas.com, di Jakarta, Selasa (16/7/2013).

Jelas, kabar ini memicu spekulan tanah memainkan harga setinggi mungkin. Saat ini harga pasar yang berlaku sekitar Rp 45 juta hingga Rp 50 juta meter persegi. Sementara nilai jual obyek pajak (NJOP) yang dirilis secara resmi oleh Direktorat Jenderal Pajak, terendah mencapai Rp 18,9 juta dan tertinggi Rp 22,6 juta per meter persegi. Angka ini berlaku untuk ruas-ruas jalan tertentu seperti Jl Kebon Kacang Raya, Jl Tanjung Karang, Jl Talang Betutu dan Jl Kebon Melati Raya.

Di ruas Jl Kebon Kacang Raya, sudah berdiri properti multifungsi seperti Thamrin City (dahulu Jakarta City Center). Sementara berdekatan dengan Thamrin City, terdapat mega properti Grand Indonesia dan Plaza Indonesia serta gedung-gedung perkantoran macam UOB Tower.

Ketersediaan lahan kosong di Jakarta untuk pengembangan properti multifungsi memang terbatas. Defisit ini yang kemudian memicu harga lahan meroket tajam.

Menurut Direktur Keuangan Plaza Indonesia Realty, Lucy Suyanto, tingginya permintaan yang tidak diimbangi dengan ketersediaan lahan mengakibatkan harga terus melambung. Hal tersebut juga berakibat pada tingginya harga properti.

"Tak heran jika saat ini harga properti di Jakarta ada yang tembus angka Rp 75 juta hingga Rp 100 juta per meter persegi. Keraton at The Plaza yang kami bangun sudah mencapai Rp 73,5 juta per meter persegi. Padahal tahun lalu masih berada pada kisaran Rp 51 juta per meter persegi," ujar Lucy


09.37 | 0 komentar | Read More

Saat Ramadhan, Jumlah Kunjungan ke Pusat Belanja Meningkat!

Written By Unknown on Selasa, 16 Juli 2013 | 09.37


JAKARTA, KOMPAS.com-
Ada pola khusus yang terbentuk dari perilaku masyarakat Indonesia dalam menyikapi momentum Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Intensitas kunjungan mereka ke pusat belanja cenderung meningkat ketimbang musim reguler.

Meningkatnya jumlah kunjungan tersebut terlihat di beberapa pusat belanja di Jakarta. Lippomall Kemang pada hari Minggu tanggal 14 Juli 2013, mencatat jumlah kunjungan sebanyak 6.250 kendaraan. Angka ini meningkat 20 persen ketimbang akhir pekan non Ramadhan.

Sementara Mal Kelapa Gading, dari data yang dikirimkan kepada Kompas.com, pada hari yang sama disambangi 150.000 orang. Jumlah ini meningkat 15 persen dibanding hari biasa. Toko yang paling ramai dikunjungi adalah penyedia makanan dan minuman. Disusul kemudian oleh fesyen dan peralatan kebutuhan rumah tangga.

Vice Chairman Lippomalls Indonesia, Eddy Mukmin, mengungkapkan, kunjungan akan semakin intensif saat mendekati Hari Raya Idul Fitri. Dua atau satu pekan sebelum Hari Raya Idul Fitri, biasanya kurva kunjungan langsung melesat. Toko yang dikunjungi pun relatif berganti. Mendekati Idul Fitri, toko pakaian, kosmetika dan peralatan makan dan minum untuk menjamu tamu justru paling padat.

"Peningkatannya bisa sampai 30 persen. Bahkan ada yang mencatat 40 persen untuk pusat-pusat belanja dengan level menengah. Lippoplaza Semanggi menunjukkan kecenderungan seperti itu. Demikian pula Lippoplaza lainnya di kota-kota kedua seluruh Indonesia," jelas Eddy kepada Kompas.com, di Jakarta, Senin (15/7/2013).

Hal senada dikatakan Director Ciputra Group Sugwantono Tanto. Menurutnya, pekan kedua dan ketiga merupakan masa puncak Ramadhan sekaligus "panen" bagi toko (penyewa). Citraland Jakarta bisa bertambah pengunjungnya antara 15 sampai 20 persen. Ini dimungkinkan karena Citraland merupakan everyday mall yang menyediakan segala macam kebutuhan rumah tangga.

"Lotte Shopping Avenue di Ciputra World Jakarta saja menunjukkan tendensi meningkat. Saat ini, termasuk akhir pekan kemarin dapat meraup kunjungan sebanyak 6.000 kendaraan. Sementara pada saat pembukaan hanya 5.000 kendaraan," ujar Sugwantono.

Demikian halnya yang terjadi dengan Pondok Indah Mall. Sumber recurring income bagi Metropolitan Kentjana ini setiap Ramadhan menjadi pilihan kalangan menengah atas Jakarta untuk berbelanja, berbuka puasa bersama atau memenuhi kebutuhan Hari Raya.

Menurut GM Pondok Indah Mall, Eka Dewanto, perilaku kalangan menengah ini terpola secara sistematis. Mereka ambil langkah praktis dan simpel, memilih tidak memasak di rumah. Apalagi seminggu menjelang dan setelah Hari Raya Idul Fitri.

"Daripada repot-repot masak, lebih baik ke pusat belanja. Tinggal duduk, pesan dan makan. Kebersamaan tetap terpelihara. Apalagi beberapa tahun terakhir ada kecenderungan menarik, yang datang berkunjung ke mall tidak lagi didominasi oleh penduduk Jakarta, melainkan keluarga mereka yang datang dari daerah yang berkunjung ke Jakarta untuk bersilaturrahim," jelas Eka.


09.37 | 0 komentar | Read More

Arsitek Indonesia "Berbicara" di Mancanegara


JAKARTA, KOMPAS.com — Kiprah dan peran arsitek Indonesia di mancanegara memang belum segemerlap para koleganya yang kerap menghiasi media arus utama. Katakanlah seperti Bjarke Ingels ataupun Zaha Hadid.

Kendati demikian, rintisan ke arah itu sudah mereka jejaki. Setidaknya banyak arsitek Indonesia yang dipercaya biro-biro arsitek Eropa menduduki jabatan strategis dan menangani proyek-proyek penting.

Hingga saat ini, terdaftar 50 arsitek Indonesia yang tergabung dalam Ikatan Arsitek Indonesia Cabang Uni Eropa (IAI EU). Jumlah yang terbilang cukup banyak karena asosiasi profesi ini baru dibentuk di bumi Eropa pada 2011 lalu.

Officer Member IAI EU, Gemawang Swaribathoro, mengisahkan, para arsitek ini tak sekadar tinggal di sana, tetapi juga menjalani profesinya di firma-firma arsitek terkemuka dan juga perusahaan-perusahaan Eropa. Bahkan ada beberapa yang sukses membuka biro arsitek sendiri seperti Ketua IAI EU, Daliana Suryawinata.

Daliana, lanjut Gemawang, membuka praktik di Rotterdam, Belanda. Dan, kini ia sudah memiliki kantor cabang di Munich, Jerman, dan Jakarta, Indonesia.

"Selain Daliana, banyak rekan arsitek lain yang berhasil menduduki posisi cukup penting dan strategis serta memegang proyek sendiri atas kepercayaan kantor masing-masing," ujar Gemawang kepada Kompas.com, Senin (15/7/2013).

Dipercayanya para arsitek Indonesia oleh firma Eropa sekaligus menunjukkan bahwa arsitek Indonesia memiliki daya saing cukup tinggi. Terbukti, ada beberapa di antara arsitek yang "bermigrasi" ke Eropa ini yang sudah memiliki lisensi (izin praktik) di Inggris dan Belanda.
 
Peran dan kiprah mereka ini, sedikit banyak membantu mengubah "wajah" Indonesia di mata masyarakat internasional, ke arah lebih baik dan positif. Selain itu, mereka juga giat menggelar hajatan berupa workshop, seminar, dan pameran karya arsitektur Indonesia.

Salah satu pembicara workshop masterclass yang digelar IAI EU tentang Jakarta Vertical Kampung beberapa waktu lalu adalah Stefan de Koning. Ia merupakan arsitek asal MVRDV, yang juga menjadi project leader untuk Peruri 88 Tower di Jakarta. 

Stefan sangat tertarik dengan keberagaman urban fabric di Ibu Kota dengan identitas kampungnya yang kuat. Bahkan, MVRDV dengan TU Delft telah memublikasikan riset mereka dalam sebuah buku mengenai Kampung Jakarta yang dapat diakses di www.thewhyfactory.com.


09.37 | 0 komentar | Read More

Pusat Belanja Menggurita di Luar Jawa


JAKARTA, KOMPAS.com-
Kebijakan moratorium pusat belanja di Jakarta memang belum dicabut, namun, itu tak membuat para pengembang kehabisan akal. Mereka justru merambah kawasan potensial di luar Jakarta. Bahkan, beberapa pemain besar berani melakukan ekspansi di luar Pulau Jawa.

Beberapa pengembang tersebut antara lain Lippo Group, Agung Podomoro Group dan Ciputra Group. Mereka, secara resmi mempublikasikan rencana strategisnya mengakuisisi dan mengembangkan pusat belanja di beberapa kota besar di Indonesia.

Vice Chairman Lippomalls Indonesia, Eddy Mukmin, ekspansi Lippo di luar Pulau Jawa, selain faktor pemicu moratorium, juga potensi di masing-masing wilayah garapan.

Di Kawasan Barat Indonesia akan dilakukan di Medan, Palembang, Padang, Semarang, Yogyakarta dan Pontianak. Di Medan, mereka akan membangun satu Lippomall baru. Sedangkan di Palembang, terdapat Lippomall di area multifungsi Palembang Icon. Menyusul kemudian Lippoplaza di Padang, Lippomall di Semarang dan Lippoplaza di Pontianak. Khusus Yogyakarta Lippo belum memutuskan apakah kelas Lippomall atau Lippoplaza.

"Kami masih menunggu hasil kajian pasar dari tim riset Lippomalls," ungkap Eddy kepada Kompas.com, di Jakarta, Senin (15/7/2013), seraya menambahkan bahwa untuk membangun satu pusat belanja sekelas Lippoplaza dibutuhkan dana sekitar Rp 300 miliar-Rp 500 miliar. Sedangkan untuk Lippomalls dibutuhkan dana sekitar Rp 750 miliar.

Selain itu, mereka juga menjajaki berekspansi di Kawasan Timur Indonesia, antara lain di Manado, Makassar, dan Kupang. Di Manado, akan dikembangkan dua pusat belanja dengan kelas berbeda yakni Lippomall dan Lippoplaza. Sementara di Makassar, mereka positif akan membuka Lippomall. Disusul kemudian Lippoplaza di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sehingga jumlah total pusat belanja yang bakal menambah portofolio ruang retail mereka sebanyak 15 buah sampai 2015 mendatang.

Sementara Agung Podomoro Group, melalui Agung Podomoro Land akan menambah portofolio komersialnya berupa ekstensi The Plaza Balikpapan dan pusat belanja baru di lokasi yang sama di Balikpapan, Kalimantan Timur. Di sini mereka membangun mal di atas lahan reklamasi. Menyusul kemudian ruang ritel Deli Grand City di Medan, pasca akuisisi senilai Rp 467 miliar.

Sedangkan proyek ruang ritel mereka di Bandung terintegrasi dalam kawasan pengembangan Bandung City Center. Selain ruang ritel, akan terdapat dua hotel Accor Group yakni Pullman sebanyak 200 kamar dan Ibis 300 kamar yang dilengkapi pusat konvensi, ball room, dan ruang pertemuan. Rencananya, Bandung City Center mulai beroperasi secara bertahap pada pertengahan 2014 mendatang.

"Target beroperasi pada 2014 atau paling lambat awal 2015," imbuh Corporate Secretary Agung Podomoro Land, Justini Omas.

Berikutnya adalah aksi ekspansi Ciputra Group. Mereka akan meramaikan kota-kota besar di seluruh Indonesia dengan konsep ruang ritel berbeda.

Menurut Direktur Ciputra Group, Sugwantono Tanto, ruang ritel tersebut berupa cullinary arcade dan lifestyle arcade. Konsep ini akan dikembangkan di Medan, Balikpapan, Palembang, Makassar, Semarang, dan Bandung.

"Selain itu, kami akan menciptakan tren sendiri dengan konsep yang berbeda. Perpaduan pusat belanja konvensional dan gaya hidup (lifestyle mall). Realisasi perdana akan dibangun di Banjarmasin," ujar Sugwantono.


09.37 | 0 komentar | Read More

Rumah Bikini Ini Sangat Nyaman....

Written By Unknown on Senin, 15 Juli 2013 | 09.37

www.designboom.com

Rumah "ramping" bernama Bikini 32 ini berlokasi di Madrid, Spanyol. Total luas lantai yang dimilikinya hanya 236 meter persegi.

www.designboom.com

Keterbatasan lahan diubah menjadi sebuah peluang. Luas lahan hanya 4,75 meter x 13 meter. Namun, di dalamnya tetap terasa lapang.

www.designboom.com

Selain berfungsi sebagai rumah, Bikini 32 dirancang juga sebagai kantor. Sebagai rumah, bangunan ini dilengkapi taman, kolam renang, dan ruang tamu. Sebaliknya, sebagai kantor, terdapat studio dan enam ruang kerja.

www.designboom.com

Ruang pribadi berada di area tanah lebih tinggi ketimbang kantor. Dengan adanya keunikan topografi tersebut, memungkinkan Hollegha Arquitectos membangun empat lantai.

www.designboom.com

Proporsi rumah juga memberikan peluang kepada pemiliknya menyaksikan matahari terbit dan terbenam dari ruangan yang sama.





KOMPAS.com -
Rumah "ramping" ini berlokasi di Madrid, Spanyol. Total luas lantai yang dimilikinya hanya 236 meter persegi. Dalam ruang yang cukup terbatas, rumah ini juga berfungsi sebagai kantor.

Rumah bernama "Bikini 32" ini didesain oleh Hollegha Arquitectos. Keterbatasan ruang diubah menjadi sebuah peluang. Luas lahan hanya 4,75 meter x 13 meter. Namun, di dalamnya tetap terasa lapang.

Kemungkinan besar, ini ada hubungannya dengan penggunaan lantai kayu dan dinding berwarna putih. Komponen material baja, beton, dan kayu mendominasi konstruksi bangunan.

Selain berfungsi sebagai rumah, Bikini 32 dirancang juga sebagai kantor. Sebagai rumah, bangunan ini dilengkapi taman, kolam renang, dan ruang tamu. Sebaliknya, sebagai kantor, terdapat studio dan enam ruang kerja. Topografi yang sudah ada di lokasi bangunan ini digunakan untuk memisahkan antara ruang pribadi dan non-pribadi. Dua kegunaan ini pun memiliki pintu masuk berbeda.

Ruang pribadi berada di area tanah lebih tinggi ketimbang kantor. Dengan adanya keunikan topografi tersebut, memungkinkan Hollegha Arquitectos membangun empat lantai. Lantai terbawah merupakan studio dan kantor, sementara lantai selanjutnya yang juga merupakan lantai dasar dari tanah lebih tinggi berfungsi sebagai ruang keluarga. Kamar-kamar tidur berada di lantai ketiga dan keempat.

Proporsi rumah juga memberikan peluang kepada pemiliknya menyaksikan matahari terbit dan terbenam dari ruangan yang sama. Jendela-jendela besar di lantai dasarlah yang memudahkan pemilik rumah menyaksikan fenomena alam tersebut. Selain menjadi "bioskop alami", jendela besar di rumah ini juga membuat rumah tampak sangat ringan dan "mengapung" di antara pepohonan di sekitarnya.


09.37 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger