Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Menanti "Rumah untuk Semua" di 20 Provinsi

Written By Unknown on Jumat, 19 Oktober 2012 | 09.37

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah Mahkamah Konstitusi (MK) membatalkan aturan rumah tipe 36, angin segar kembali dihembuskan. Kali ini, giliran Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) memberikan kabar baik, atau setidaknya harapan baik bagi masyarakat.

Dalam konferensi pers menyangkut BNI-REI Expo 2012, Rabu (17/10/2012) kemarin, di Jakarta, Ketua umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Setyo Maharso menyatakan akan berusaha semaksimal mungkin menyediakan kesempatan mendapatkan rumah bagi semua masyarakat. "Rumah untuk Semua" menjadi tema penyelenggaraan BNI-REI Expo 2012 yang digelar oleh REI dan Bank Negara Indonesia (BNI).

REI dan BNI akan menyelenggarakan pameran properti tersebut serentak di 20 ibukota provinsi. Dengan banyaknya lokasi, REI mengusulkan agar BNI-REI Expo 2012 masuk dalam Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai pameran realestat terbesar yang diadakan 20-28 Oktober 2012 mendatang.

"Akan ada 750 pengembang dan ribuan proyek," ujar Setyo.

Menutup konferensi pers tersebut, Wakil Ketua DPP REI, Harry Raharta kembali menekankan, bahwa pihaknya akan melakukan sesuatu dengan lebih baik.

"Saat ini kita sedang mencari formula yang tepat bagi mereka yang memiliki non-fix income," kata Harry.


09.37 | 0 komentar | Read More

Tak Selalu Gelap Tanpa Jendela....

KOMPAS.com - Lokasi kamar mandi di dalam rumah sangat menentukan kemampuannya "menangkap" sinar matahari. Dengan jendela sekalipun, belum tentu kamar mandi mendapatkan pencahayaan yang baik. Masalah akan bertambah besar ketika kamar mandi tidak memiliki jendela sama sekali.

Sebenarnya, tanpa jendela sekalipun, kamar mandi dapat menjadi "terang benderang". Anda hanya perlu memilih pencahayaan tepat dan dekorasi kamar mandi yang mendukung. Berikut ini beberapa tips bagi Anda untuk "mengakali" kamar mandi tanpa jendela.

Tentukan penyebab gelapnya

Gelapnya kamar mandi dapat menyulitkan Anda berdandan di depan kaca. Kurangnya cahaya yang masuk ke dalam ruangan adalah penyebabnya.

Namun, cek dulu penyebab sebenarnya kamar mandi menjadi gelap. Bukan hanya karena tidak ada jendela, gelapnya kamar mandi juga bisa disebabkan karena warna dinding kamar mandi Anda yang memang gelap.

Dengan mengetahui penyebab gelapnya kamar mandi, Anda dapat menyelesaikan masalah dengan segera dan membuat kamar mandi jadi lebih terang. Merubah warna dinding gelap menjadi lebih terang dapat memantulkan lebih banyak cahaya.

Selain itu, warna netral dan warna-warna pastel yang lebih terang akan membuat Anda merasa tidak terkekang. Pertimbangkan juga menggunakan ubin keramik atau porselen untuk area shower dan bathtub.

Memang, walaupun warna gelap cenderung tampak cantik dan dramatis, cahaya yang lebih terang akan membuat kamar mandi terasa lebih lega, terbuka, dan segar.

Bawa masuk cahaya alami

Jika kamar mandi Anda "terjebak" di antara ruangan dan tidak mungkin memiliki jendela, cobalah menggunakan solar tubes di langit-langit kamar mandi. Selain solar tubes, pemakaian glass block juga dapat menjadi pilihan tepat.

Pencahayaan kreatif dan karya seni

Cara lain untuk memberikan visual interest ke dalam kamar mandi gelap adalah dengan memberikan pencahayaan yang akan "menangkap" pandangan mata Anda. Mulailah dengan memastikan lampu yang menempel di sekitar kaca menyorot Anda di ketinggian mata. Hal ini akan membuat lampu menyinarkan terang langsung ke wajah Anda.

Selain lampu yang menempel semacam itu, coba juga gunakan lampu gantung di kanan dan kiri kaca. Namun, lampu gantung akan memberikan dramatic flair lebih besar daripada lampu tempel.

Pastikan juga, Anda tidak hanya menaruh lampu di kanan dan kiri kaca. Sebarlah lampu di sekeliling kamar mandi Anda. Terutama, jika kamar mandi Anda cenderung berukuran besar.

Selain memperhatikan lokasi pemasangan dan jenis lampu itu sendiri, pastikan Anda menyediakan permukaan yang dapat mampu turut menyebarkan cahaya dengan cara memantulkannya.

Tidak ada salahnya juga memajang karya seni di bawah sorotan lampu di kamar mandi Anda. Selain menambahkan visual interest ke dalam kamar mandi, direct lamp atau lampu yang menyorot langsung juga tetap cocok dipasang di kamar mandi.

(Sumber: http://www.decoist.com)


09.37 | 0 komentar | Read More

Tufano, Remaja Belia yang Sukses Berbisnis Kontrakan

NORTH PORT, KOMPAS.com - Willow Tufano sekilas tampak seperti gadis remaja Amerika Serikat pada umumnya. Namun, ada beberapa hal istimewa yang membedakannya dari gadis remaja seusianya. Di usia baru menginjak 15 tahun, Tufano kini telah berencana membeli rumah keduanya.

Saya ingin mencoba membeli dua rumah setiap tahunnya.

-- Turfano

"Saya telah membeli rumah pertama, dan akan membeli rumah kedua dalam waktu dekat," kata Tufano dalam sebuah wawancara dengan kantor berita CBS.

Bukan hanya sekedar bekerja paruh waktu. Tufano kini sudah menghasilkan uang dengan menjalankan bisnis penyewaan rumah di daerah North Port, Florida. Dengan kata lain, kini Turfano adalah seorang landlord atau pemilik kontrakan termuda di Florida.

Ketertarikan Tufano pada bisnis ini berawal dari pekerjaan ibunya sebagai seorang agen realestat. Sejak kecil, Tufano sering bepergian bersama ibunya dalam perjalanan bisnis. Dalam perjalanan bisnis tersebut, ia menyadari, pemilik rumah lama biasanya membuang banyak barang-barang yang sebenarnya masih bisa digunakan.

"Saya berkeliling bersama ibu saya dan melihat rumah-rumah ini. Salah satu rumah penuh dengan berbagai macam perabotan bagus. Saya bilang, saya bisa menjualnya," kata Tufano, menceritakan awal kariernya.

Dengan menjual perabotan, Tufano berhasil menggumpulkan 6.000 dollar AS. Uang itu kemudian ia gunakan untuk membantu pembayaran rumah seharga 12.000 dollar AS.

"Saya tengah mencoba mendapatkan rumah sebanyak mungkin selagi pasar sedang turun," katanya.

Tufano menjelaskan, saat ini targetnya adalah memiliki sekitar sepuluh rumah ketika berumur 18 tahun.

"Saya ingin mencoba membeli dua rumah setiap tahunnya," kata Tufano.

Tufano ini memang bukan gadis kecil biasa. Sampai saat ini, ia terus menghabiskan waktu senggangnya untuk mengumpulkan dan menjual barang-barang.

"Saya hanya mencoba dan menyimpan setiap receh yang bisa saya kumpulkan untuk membeli rumah lain," ujar Tufano.

Akta tanah

Sebagai anak di bawah umur, Turfano saat ini belum dapat menandatangani akta tanahnya sendiri. Terpaksa Turfano meminta bantuan sang ibu, Shannon Moore. Namun, ketika Turfano menginjak usia 18 tahun, Moore telah berjanji akan menyerahkan semua surat-surat rumah kepada anaknya.

Pencapaian Turfano tergolong luar biasa, terutama untuk anak yang mengidap attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD). Ia sebelumnya meninggalkan sekolah luar biasa karena para guru mengatakan kepada sang ibu, bahwa anaknya tidak mampu fokus dalam pelajaran.

"Rasanya sedih mendengar orang lain mengatakan bahwa anak Anda punya masalah. Sekarang lihatlah dia. Saya benar-benar bangga padanya," kata Moore.


09.37 | 0 komentar | Read More

Inilah Jalan "Paling Hijau" di Amerika Serikat!

Written By Unknown on Kamis, 18 Oktober 2012 | 09.37

inhabitat.com

Chicago sebelumnya memiliki masalah dengan saluran air. Ketika hujan deras terjadi, air hujan akan menggenang di Sungai Chicago dan Danau Michigan. Aliran air ini membawa bahan kimia berbahaya dari Sungai Mississippi ke Teluk Mexico.

inhabitat.com

Jalan ini menggunakan photocatalytic cement, sebuah cara paving permukaan terbaru. Jalan ini juga mengandung partikel nano dari titanium dioksida agar mampu "memakan" asap dan menghapus gasnitrogen oksida dari udara. Selain itu, lebih dari 60 persen sisa kontruksi bisa didaur ulang.

CHICAGO, KOMPAS.com - Seminggu yang lalu, Pemerintah Kota Chicago meluncurkan "jalan paling hijau di Amerika Serikat". Jalan sepanjang 3,2 km ini membentang dari Jalan Cermak sampai Blue Island Avenue.

Jalan tersebut tidak hanya sekedar memiliki trotoar memadai bagi para pejalan kaki atau membangun jalur sepeda. Pemerintah juga membangun jalan ini dengan memanfaatkan teknologi terbaru.

Jalan ini memiliki permukaan yang mampu menyaring stormwater atau air hujan. Permukaan jalan ini juga mampu menyerap asap, membersihkan udara di atasnya, dan menghilangkan polusi dari udara.

Dinas Pembiayaan Pajak setempat bekerja sama dengan Administrasi Jalan Tol Pemerintah menghibahkan dana untuk pembangunan jalan ini. Jalan berbiayai hibah pemerintah ini menggunakan material berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Jalan tersebut menggunakan photocatalytic cement, sebuah cara paving permukaan terbaru. Jalan ini juga mengandung partikel nano dari titanium dioksida. Dengan partikel ini, jalan tersebut mampu "memakan" asap dan menghapus gasnitrogen oksida dari udara. Selain itu, lebih dari 60 persen sisa kontruksi bisa didaur ulang.

Chicago sebelumnya memiliki masalah dengan saluran air. Ketika hujan deras terjadi, air hujan akan menggenang di Sungai Chicago dan Danau Michigan. Aliran air ini membawa bahan kimia berbahaya dari Sungai Mississippi ke Teluk Mexico.

Jalan "paling hijau di Amerika" diharapkan membantu mengurangi jumlah air hujan yang mengalir ke sistem pembuangan air. Perkiraan yang telah dilakukan menyebutkan, bahwa jalan ini akan mengalihkan 80 persen air hujan dari saluran pembuangan.


09.37 | 0 komentar | Read More

Masih Perlu "Mencontek" Atap Hijau ke Amsterdam?

www.archdaily.com

Uniknya, studio ini memiliki atap rumput dan dihiasi dengan kaca-kaca raksasa. Keinginan pasangan ini untuk tidak mengorbankan lahan hijau di rumahnya telah tercapai.

www.archdaily.com

Ruang aktivitas tersebut berbentuk studio yang dapat digunakan sebagai kantor, kamar ekstra, dan ruang penyimpanan.

www.archdaily.com

CC-Studio "mengangkat" rerumputan, dan bahkan membuat halaman mereka tampak lebih besar. Kaca-kaca raksasa yang ada di sekitar studio ini akan merefleksikan taman dan turut membantu memantulkan cahaya matahari.

www.archdaily.com

CC-Studio "mengangkat" rerumputan, dan bahkan membuat halaman mereka tampak lebih besar. Kaca-kaca raksasa yang ada di sekitar studio ini akan merefleksikan taman dan turut membantu memantulkan cahaya matahari.

AMSTERDAM, KOMPAS.com - Maarten and Lori Lens-FitzGerald tinggal di Watergraafsmeer, sebuah distrik perumahan di Amsterdam, Belanda. Seiring pertumbuhan keluarga, pasangan ini ingin memperluas ruang beraktivitas di rumah mereka.

Namun, memperbesar rumah mereka adalah sebuah tantangan tersendiri bagi Maarten. Memperluas berarti merusak dapur barunya dan mempersempit taman di halaman rumah milik ia and Lori. Padahal, memiliki taman di dalam area halaman adalah sebuah priviledge tersendiri di Amsterdam.

Karena itulah, pasangan ini menyerahkan keinginan mereka pada CC-Studio. Hasilnya, CC-Studio memberikan solusi unik bagi mereka.

CC-Studio sepakat memberikan ruang aktivitas baru bagi keluarga ini. Ruang aktivitas tersebut berbentuk studio yang dapat digunakan sebagai kantor, kamar ekstra, dan ruang penyimpanan.

Uniknya, studio ini memiliki atap rumput dan dihiasi dengan kaca-kaca raksasa. Keinginan pasangan ini untuk tidak mengorbankan lahan hijau di rumahnya telah tercapai.

CC-Studio "mengangkat" rerumputan, dan bahkan membuat halaman mereka tampak lebih besar. Kaca-kaca raksasa yang ada di sekitar studio ini akan merefleksikan taman dan turut membantu memantulkan cahaya matahari.

Cahaya matahari yang dipantulkan ini akan menerangi sudut-sudut gelap di belakang studio yang tertutup pohon rimbun milik para tetangga. Selain atap hijau dan kaca raksasa, karakteristik studio ini adalah adanya skylight di atap yang mampu memasukkan sinar alami ke dalam studio.

CC-Studio tidak sendirian menggarap proyek ini hingga tuntas. Proyek yang diselesaikan pada Maret 2012 lalu ini dikerjakan bareng B29 Studios dan eb Ontwep, yang merupakan rekanan CC-Studio.

Nah, jika Anda terinspirasi dengan atap hijau, Anda tidak perlu pergi jauh-jauh "menconteknya" ke Belanda. Lihatlah contoh gedung yang telah berdiri di daerah Depok, Jawa Barat. Gedung Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia di Depok sudah melakukannya. Gedung ini dibuat oleh Denton Corker Marshall yang telah berhasil memenangkan kompetisi desain untuk perpustakaan.

(Sumber: www.archdaily.com & www.inhabitat.com)


09.37 | 0 komentar | Read More

Waah... Rumah Elvis Presley Dibanderol Rp 123 Miliar!

nydailynews.com

Rumah yang pernah dimiliki oleh Elvis Presley dan istrinya, Priscilla, di daerah Beverly Hills telah masuk ke pasar dan dijual dengan harga sekitar Rp 123 miliar lebih.

nydailynews.com

Rumah mewah ini memiliki empat kamar tidur dan lima kamar mandi. Rumah bergaya French Regency ini memiliki luas tanah cukup besar, yaitu lebih dari 7284 m2.

nydailynews.com

Elvis menjual rumah ini di waktu yang sama ketika ia dan Priscilla berpisah. Sebelum akhirnya dijual, rumah mewah ini disewakan seharga Rp 239.500.000 setiap bulan.

nydailynews.com

Rumah mewah ini memiliki empat kamar tidur dan lima kamar mandi. Rumah bergaya French Regency ini memiliki luas tanah cukup besar, yaitu lebih dari 7284 m2.

KOMPAS.com - Rumah yang pernah dimiliki oleh Elvis Presley dan istrinya, Priscilla, di daerah Beverly Hills telah masuk ke pasar dan dijual dengan harga sekitar Rp 123 miliar lebih. Menurut operator situs real estate Trulia, rumah mewah "Raja Rock n Roll" tersebut mulai dijual sejak pekan lalu.

Rumah mewah ini memiliki empat kamar tidur dan lima kamar mandi. Rumah bergaya French Regency ini memiliki luas tanah cukup besar, yaitu lebih dari 7284 m2.

Sama seperti rumah yang dimiliki Elvis di Memphis, para penggemar Elvis pernah memadati properti ini. Menurut Elvis Presley Enterprises, Elvis pertama-tama menyewa rumah ini. Ia baru membelinya kemudian pada 1967.

Namun, hanya 6 tahun berselang Elvis telah menjual rumah tersebut. Uniknya, ia menjual rumah ini di waktu yang sama ketika ia dan Priscilla berpisah. Sebelum akhirnya dijual, rumah mewah ini disewakan seharga Rp 239.500.000 setiap bulan.

Elvis Presley lahir pada 1935 dan meninggal pada 16 Agustus 1977. Ia berasal dari Amerika Serikat. Bukan hanya bermusik, Elvis juga seorang produser dan aktor.

Pada 16 Agustus 1977, Elvis ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Graceland akibat serangan jantung. Saat itu, ia berusia 42 tahun.


09.37 | 0 komentar | Read More

Dapatkan Hijaunya, Nikmati Kemudahannya....

Written By Unknown on Rabu, 17 Oktober 2012 | 09.37

KOMPAS.com - Memiliki banyak tanaman di pekarangan tentu menyenangkan. Namun, tidak semua tanaman dapat ditanam dalam pot. Selain itu, sekalipun dapat ditempatkan di dalam pot, beberapa tanaman juga membutuhkan perawatan yang rumit.

Hindari sulitnya memelihara tanaman di pekarangan Anda dengan memilih tanaman-tanaman mudah ditanam berikut ini. Anda dapatkan hijaunya, juga mudahnya.

1. Lidah mertua

Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata) disebut juga dengan snake plant, atau "lidah jin". Tanaman ini adalah salah satu tanaman paling mudah untuk dipelihara di rumah lantaran tidak membutuhkan banyak perawatan untuk menumbuhkanya.

Ia juga tidak membutuhkan penyiraman setiap hari. Tanaman ini mudah dikenali karena corak daunnya dan bentuk daunnya yang memanjang. Lidah mertua bahkan tersedia dalam beberapa varietas berbeda dengan daun yang lebih kecil.

2. Lidah buaya

Menanam lidah buaya (Aloe vera) di rumah selain mudah, juga memberikan Anda beberapa keuntungan. Lidah buaya bermanfaat bagi kulit dan juga dapat digunakan sebagai obat. Lidah buaya tidak membutuhkan banyak air dan ia juga dapat hidup di lingkungan yang panas.

3. Lili paris

Lili paris (Chlorophytum comusum) disebut juga dengan spider plant. Ia termasuk jenis tanaman yang tidak menyukai sinar matahari langsung. Tanaman ini mudah diperbanyak dari anakan yang menjuntai dari pohon induk. Anda dapat menanamnya di dalam pot maupun di pekarangan.

Lili paris bukan hanya mudah dipelihara. Ia juga mampu menyerap segala jenis gas beracun. Tanaman ini di dalam pot dapat menyerap Formaldehida 10,378 microgram per 24 jam. Sekedar informasi bagi Anda, Formaldehida disebut juga dengan formalin.

4. Karet kebo

Karet kebo (Ficus elastica) merupakan tanaman dari India. Ia dapat menghilangkan racun berbahaya dalam udara, mendinginkan suhu, dan meredam cahaya.

Perawatan karet kebo sangat mudah. Ia hanya perlu disiram secara teratur. Tumbuhan ini berbentuk pohon, berumur panjang, dan mampu mencapat ketinggian 20 hingga 30 meter. Karena berbentuk pohon rindang, tumbuhan ini mampu meredam cahaya di rumah Anda.

5. Puring

Puring atau Codiaeum variegatum sangat cocok menjadi tanaman outdoor. Tanaman ini memiliki banyak warna pada daunnya. Warna-warna ini lebih cantik jika terlihat di bawah sinar matahari.

Untuk perawatannya, Anda tidak perlu khawatir. Tanaman Puring hanya membutuhkan sedikit air.

6. Pohon dollar

Pohon dollar (Crassula ovata) atau jade plant mampu tumbuh dengan sedikit air. Selain hanya memerlukan sedikit air, tanaman ini juga dapat bertahan hidup di area yang sedikit terkena sinar matahari.

Selamat menanam!

(Sumber: http://www.boldsky.com)


09.37 | 0 komentar | Read More

Kreasi Taman Mungil dalam Rumah

http://gardenista.com

Siapa bilang tanaman merambat hanya ada di dinding-dinding kastil Gunakan tanaman merambat sebagai aksen cantik nan hijau di dalam rumah Anda.

http://gardenista.com

Siapa bilang tanaman merambat hanya ada di dinding-dinding kastil Gunakan tanaman merambat sebagai aksen cantik nan hijau di dalam rumah Anda.

http://remodelista.com

Cara lain untuk mempercantik rumah Anda adalah dengan menanam sayuran di dalam botol. Cara ini memang bukan dimaksudkan untuk bercocok tanam. Ia hanya memberikan sedikit nuansa hijau bagi rumah Anda.

http://remodelista.com

Caranya, masukkan sayur-sayuran dengan warna-warni terang, seperti wortel dan lobak dalam botol kaca yang telah diisi air. Jangan lupa memberikan sedikit gula agar sayuran tampak segar lebih lama.

KOMPAS.com - Lahan sempit bukan alasan untuk tidak bercocok tanam. Memang, pada kenyataannya, mencari lahan luas di kota-kota besar saat ini sudah tergolong sulit. Jika ingin bersikeras tinggal di kota, artinya Anda juga harus mampu berimprovisasi dengan keadaan.

Ada banyak keuntungan memiliki tanaman hias di pekarangan maupun di dalam rumah. Salah satu manfaat utama tanaman hias ini tentunya memberikan keindahan tambahan bagi rumah. Berikut ini beberapa inspirasi bagi Anda yang masih menggunakan alasan lahan sempit untuk tidak bercocok tanam. 

Tanaman gantung

Untuk mulai menanam di dalam rumah, Anda bisa mencoba menggantung tanaman-tanaman Anda. Alih-alih menggantung dengan cara konvensional, cobalah menggantung terbalik bunga anggrek Anda dengan wadah yang disediakan oleh Fireescapefarms.com ini. Dengan sistem yang unik, pot terbalik ini akan menyediakan air untuk kebutuhan akar tanaman dengan jumlah tepat.

Agar memperoleh hasil terbaik, pastikan Anda menaruhnya di daerah yang terkena sinar matahari.

Tanaman merambat

Siapa bilang tanaman merambat hanya ada di dinding-dinding kastil? Gunakan tanaman merambat sebagai aksen cantik nan hijau di dalam rumah Anda.

Sayur dalam botol

Cara lain untuk mempercantik rumah Anda adalah dengan menanam sayuran di dalam botol. Cara ini memang bukan dimaksudkan untuk bercocok tanam. Ia hanya memberikan sedikit nuansa hijau bagi rumah Anda.

Caranya, masukkan sayur-sayuran dengan warna-warni terang, seperti wortel dan lobak dalam botol kaca yang telah diisi air. Jangan lupa memberikan sedikit gula agar sayuran tampak segar lebih lama.

Tentunya, kehadiran "taman mini" di dalam rumah akan memberikan kesan tersendiri yang tentunya menambah keindahan rumah Anda. Selamat mencoba!


09.37 | 0 komentar | Read More

Perumnas Bangun Rumah Tipe 36 Seharga Rp 80 Juta

JAKARTA, KOMPAS.com — Perum Perumnas berkomitmen membangun rumah tipe 36 sebanyak 1.000 unit di kawasan Parung, Bogor, pada 2013 mendatang. Rumah tipe 36 tersebut akan dibanderol Rp 80 juta per unit.

Saat ini sudah dibangun 1.000 unit di Parung. Nah, akhir 2013 akan kami tambah lagi 1.000 unit.

-- Himawan Arief Sugoto

"Saat ini sudah dibangun 1.000 unit di Parung. Nah, akhir 2013 akan kami tambah lagi 1.000 unit," kata Direktur Utama Perumnas Himawan Arief Sugoto, Selasa (16/10/2012) di kantornya.

Himawan menuturkan, rumah tersebut sudah diberi nama, yakni kompleks Perumahan Bumi Permai. Menurutnya, rumah murah itu memiliki kelebihan akses yang dekat dengan stasiun Parung.

"Harga rumah dekat dengan stasiun begini sebenarnya tidak bisa Rp 80 juta," ujarnya.

Untuk biaya pembangunan per satu unitnya, Himawan menuturkan, menghabiskan dana Rp 50 juta.

"Rp 50 juta untuk modal pembangunan. Kami melepas ke konsumen Rp 80 juta," ungkapnya.

Ia menjelaskan, rumah murah tersebut sengaja dibuat oleh Perumnas untuk pegawai negeri sipil (PNS) dan juga karyawan.

"Kebutuhan untuk mempunyai rumah bisa terwujud dengan cepat," katanya.

Sementara itu, untuk pembangunan rumah di bawah tipe 36, Himawan mengaku siap untuk tetap melakukan pembangunannya. Namun, ia belum menjawab kapan hal itu bisa direalisasikan.

"Kami siap bangun mengingat peraturan Mahkamah Konstitusi yang sudah membolehkan lagi pembangunan rumah di bawah tipe 36," terangnya.

Sekadar info, Mahkamah Konstitusi membatalkan ketentuan Pasal 22 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Pemukiman, yang mengatur tipe rumah minimal 36. Mahkamah Konstitusi menilai, aturan tersebut merupakan pengaturan yang tak sesuai dengan pertimbangan keterjangkauan masyarakat kelas bawah. Ini berarti, pembangunan rumah di bawah tipe 36 bisa dilakukan kembali. (Nur Ramdhansyah A)


09.37 | 0 komentar | Read More

Ssstt... Emil "Naif" Garap Bisnis Properti!

Written By Unknown on Selasa, 16 Oktober 2012 | 09.37

DEPOK, KOMPAS.com - Selain sibuk bermusik, Emil "Naif" ternyata memiliki kesibukan lain. Pemain bas bernama asli Emil Hussein ini tengah serius terjun di bisnis properti.

Investasi di bidang properti paling bagus. Kalau di bidang lain fluktuatif, sementara di properti, asalkan.

-- Emil Hussein

Meskipun tergolong masih "hijau" di dunia properti, Emil mengaku sudah lama tertarik terjun berbisnis karena Emil cukup lama menggeluti dunia yang satu ini. Karena sebelumnya, ia sempat berinvestasi di bidang pertambangan. Walaupun bisnis pertambangan cukup menguntungkan, dia punya alasan tersendiri memilih bidang properti sebagai tujuan investasinya kali ini.

"Investasi di bidang properti paling bagus. Kalau di bidang lain fluktuatif, sementara di properti, asalkan tempatnya tepat, ya dia (harganya) pasti naik terus," jelas Emil menilai investasinya di bidang properti.

Ihwal kesibukan barunya ini, Emil mengaku tidak sendirian. Ia bekerjasama dengan Ir. Alfiza MM., Fahmi, dan Adit. "Empat sekawan" ini mengaku mendapatkan ilmu mengenai bisnis properti dari Rahman Firzi, mentor yang menurut mereka sudah cukup mumpuni di bidangnya.

Penasaran dengan "wujud" bisnis yang kini digeluti Emil, Kompas.com menemui Emil dan Alfiza di lokasi perumahan milik mereka, Minggu (14/10/2012). Perumahan bernama DeLissdin ini terletak di kawasan di Jalan Raya Muchtar, Sawangan, Depok.

Perumahan ini dekat dengan jalan raya, bank, rumah sakit, sekolah, dan pasar. Selain itu, DeLissdin dapat dengan mudah diakses dengan angkutan umum yang beroperasi selama 24 jam. Walaupun belum sepenuhnya selesai dibangun, para calon pembeli sudah dapat melihat potensi yang dimiliki oleh perumahan ini.

Patut diakui, "perumahan mini" yang dijual oleh Emil ini memiliki banyak kelebihan. Selain dekat dengan jalan raya dan berbagai fasilitas umum, DeLissdin juga memanfaatkan momentum rencana pembangunan dua jalan tol, Depok-Antasari dan Cinere-Jagorawi.

Alfiza, rekan Emil, memperkirakan kedua tol tersebut akan rampung pada 2014 atau 2015. Mengenai ketidaksediaan stok rumah, Emil punya pendapat tersendiri.

"Supaya para pembeli bisa melihat spesifikasinya," ujarnya.

Menurut dia, ketidaktersediaan ini justru membuat para calon pembeli dapat melihat proses pembuatan, kualitas material, dan merasa diikutsertakan dalam proses pembuatan rumah mereka. Saat ini, DeLissdin menawarkan 25 unit rumah bergaya modern minimalis yang terdiri dari tiga tipe dan harganya berkisar antara Rp 300 juta hingga Rp 500 juta. Tipe 38 telah habis terjual. Kini, hanya tersisa 6 unit rumah tipe 45 dan satu unit rumah tipe 70.

Emil mangatakan, DeLissdin mengusung gaya hidup green dengan banyak tanaman di sekelilingnya. Gaya hidup ini akan ia pertahankan pada proyek selanjutnya. Dia "membocorkan", proyek yang nanti akan ia garap bersama rekan-rekannya berlokasi di daerah Jatiasih, Bekasi.

Namun, meski masih mengusung gaya hidup hijau, gaya arsitektur rumah di Jatiasih akan berbeda. Emil memastikan, semua rumah yang akan ia bangun di kawasan itu merupakan rumah bertingkat dengan gaya khas Eropa yang memiliki pilar-pilar.


09.37 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger