Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Berkat Koin Virtual, Pria Ini Jadi Miliarder

Written By Unknown on Kamis, 31 Oktober 2013 | 09.37

OSLO, KOMPAS.com - Siapa kira, koin valuta virtual (bitcoins)bisa membuat seseorang menjadi miliarder sekaligus berbelanja hunian di pusat Oslo sebagai kota termahal dunia?

Ya, nasib baik dan dewi fortuna tengah memayungi Kistoffer Koch. Berkat bitcoins, pemuda berusia 29 tahun asal Norwegia ini memiliki kekayaan melebihi yang sudah diusahakannya selama bertahun-tahun.

Begini ceritanya, pada bulan April empat tahun silam, Koch membeli bitcoins senilai 15 poundsterling (Rp 266.908) dan kemudian melupakannya begitu saja.


09.37 | 0 komentar | Read More

Pengembang Singapura Biayai Proyek Properti Amerika

NEW YORK, KOMPAS.com - Raksasa properti asal Singapura, Pontiac Land Group, menyetujui pembiayaan pengembangan proyek apartemen setinggi 72 lantai. Proyek ini bersebelahan dengan situs beken Museum of Modern Art, di tengah distrik Manhattan, New York.

Pontiac yang dikendalikan oleh keluarga miliarder Kwee, berencana menginvestasikan sejumlah 300 juta dollar AS (Rp 5,3 triliun) di proyek yang berada di 53 W.53rd Street. Mereka bekerjasama dengan pengembang lokal, Hines, sebagai pemilik lahan.

Pembangunan proyek di Manhattan tersebut telah lama vakum sejak diluncurkan kepada publik tahun 2007 lalu. Masuknya Pontiac diharapkan dapat membangkitkan pencakar langit yang dirancang memiliki ketinggian 320 meter ini.

Gedung setinggi itu akan berisi 145 unit kondominium mewah, dan 60.000 meter persegi untuk perluasan galeri dan museum yang menempati lantai kedua hingga lima.

Pontiac diketahui telah memiliki portofolio The Ritz-Carlton, Millenia dan Conrad Centennial.

Langkah strategis Pontiac tersebut merupakan dampak dari pemberlakuan kebijakan otoritas Singapura dalam mengekang harga properti.

Selain Pontiac, terdapat beberapa nama lainnya yang telah membenamkan investasinya di mancanegara, termasuk Amerika Serikat. Satu di antaranya adalah OUE Ltd. Perusahaan ini membeli US Bank Tower di Los Angeles senilai 367,5 juta dollar AS (Rp 6,5 triliun) pada Maret lalu. Asal tahu saja, US Bank Tower merupakan gedung tertinggi di California.
 


"Motivasi pembeli Asia untuk mencari investasi di AS dan Eropa Barat adalah sebagai diversifikasi risiko pasar domestik mereka," kata Direktur Regional Pasar Modal Cushman & Wakefield Singapura, Priyaranjan Kumar.

Cushman & Wakefield Singapura, memperkirakan lebih dari 50 miliar dollar AS (Rp 889,6 triliun) ekuitas asal Asia akan diinvestasikan di Eropa dan Amerika Utara pada 2020 mendatang.


09.37 | 0 komentar | Read More

Bekasi Tambah Lima Hotel Baru

Written By Unknown on Rabu, 30 Oktober 2013 | 09.37

BEKASI, KOMPAS.com - Bekasi terkini adalah etalase berbagai jenis properti. Perumahan, pusat belanja, kawasan industri, apartemen, hingga perhotelan, memenuhi kota ini. Di sektor perhotelan, kawasan ini bakal menambah hotel baru lagi. Termasuk Harris Hotel & Convention yang dikembangkan PT Summarecon Agung Tbk.

Hotel ini menambah daftar fasilitas akomodasi hingga 2014 mendatang menjadi lima hotel. Keempat hotel lainnya adalah Prime Biz Hotel, Ibis Style Hotel, Bizz Hotel, Aston Royal dan Harris Hotel & Convention.

Berdasarkan riset Coldwell Banker Indonesia, Bekasi merupakan wilayah dengan okupansi tertinggi untuk permintaan kamar hotel berbintang di seluruh wilayah Jadebotabek sebesar 85 persen.

Pertumbuhan bisnis menstimulasi kebutuhan hotel bisnis meningkat. Terutama permintaan hotel bintang dua (budget hotel) dan bintang empat untuk memenuhi kebutuhan kamar hotel, ruang pertemuan untuk meeting, incentive, convention and exhibition  (MICE).

Menurut Direktur Summarecon Agung, Sugianto Nagaria, selaku pengembang Harris Hotel & Convention, perkembangan Kota Bekasi yang tumbuh pesat dengan populasi mencapai 2,5 juta jiwa dan Kabupaten Bekasi dengan 4 juta jiwa, membawa peluang bisnis untuk perdagangan dan jasa. Ditunjang oleh berbagai kawasan industri membuat Bekasi menjadi salah satu kawasan yang dinamis dan menjadi tujuan bisnis bagi banyak pendatang dari berbagai daerah maupun internasional.

"Investor atau pebisnis yang melakukan aktivitas perdagangan dan jasa tersebut tentu saja membutuhkan tempat rehat atau hotel untuk menginap. Kami memanfaatkan itu dengan membangun Harris Hotel & Convention," ujar Sugianto.

Harris Hotel & Convention Bekasi rencananya akan dibuka pada kuartal III  2014 setelah konstruksinya mencapai tutup atap, Senin (28/10/2013), untuk memenuhi pasar bisnis dan leisure. Hotel ini akan terhubung dengan Summarecon Mal Bekasi sebagai bagian dari kawasan bisnis Sentra Summarecon Bekasi.

Bangunan hotel ini setinggi 17 lantai dan 1 lantai basement. Terdapat 332 kamar dan dilengkapi dengan fasilitas seperti ruang serbaguna, ruang rapat, pusat kebugaran, spa, ruang bermain anak, kolam renang, lobi bisnis dan kafe.


09.37 | 0 komentar | Read More

Selamat Tinggal Suara Bising!

KOMPAS.com — Suara bising dari luar kamar bisa sangat mengganggu. Untuk menangkal gangguan tersebut, PT Petrojaya Boral Plasterboard menawarkan solusi baru berupa papan gipsum dengan banyak keuntungan, terutama sebagai penangkal bising.

PM Technical Board PT Petrojaya Boral Plasterboard Donny Libra dan Technical Manager PT Petrojaya Boral Plasterboard Indra Budi Wibowo mengenalkan produk baru tersebut di Jakarta, Selasa (29/10/2013). Produk bernama Soundstop tersebut merupakan papan gipsum terbaru yang mampu meredam suara. Dengan menggunakan papan gipsum tersebut sebagai partisi, suara bising dari luar ruangan tidak akan terdengar di dalam ruangan.

"Secara resmi, kita baru akan luncurkan pada November mendatang. Sekarang dalam tahap pengenalan," kata Donny kepada Kompas.com.

Donny mengatakan, beberapa gedung, seperti hotel, rumah sakit, dan apartemen, memiliki standar kekedapan suara dari satu kamar ke kamar lain. Standar tersebut sangat ketat, terutama hotel bintang empat dan bintang lima.

"Menggunakan papan gipsum Soundstop yang mampu mengeblok suara dari satu ruangan ke ruangan lain," ujarnya.

Saat ini, karena kemampuannya menahan bising dari luar ruangan, hampir lengkap koleksi produk gipsum Boral Indonesia. Sebelum ini, Boral juga sudah mengenalkan papan gipsum tahan api, papan gipsum khusus wet area, serta papan gipsum yang mampu meminimalkan gema di dalam ruangan dengan nama Jayabell. Sementara produk terbaru ini pun, lanjut Donny, sudah digunakan untuk hotel-hotel berbintang di Jakarta.

"Saat ini sudah sampai tahap finishing," katanya.

Lantas, apa bedanya papan gipsum ini dengan papan gipsum standar? Donny menuturkan, papan gipsum standar atau papan gipsum yang tidak memiliki fitur tambahan memiliki beberapa pilihan ukuran ketebalan. Papan gipsum tersebut biasanya tersedia dalam ukuran 9 mm dan 12 mm. Sementara papan Soundstop memiliki ketebalan 12 mm dengan densitas lebih tinggi dari papan gipsum standar.

"Dengan fitur ini, kemampuan papan gipsum tersebut mengeblok suara jadi lebih baik. Papan gipsum standar setebal 12 mm biasanya mampu menahan 45 STC, sementara Soundstop bisa mencapai 50 STC," ujar Donny.

STC stop Sound Transmission Class merupakan nilai tunggal indikasi satuan suara yang dapat ditahan atau dikurangi oleh perantara, dalam hal ini papan gipsum, dari sumber suara di satu ruang sampai diterima di ruang sebelahnya. Sebagai perbandingan, dengan kekuatan mencapai 42 STC saja, percakapan di luar ruangan tidak lagi dapat dimengerti. Sementara Soundstop mampu mencapai 50 STC.

Ketebalan dan tingginya densitas papan gipsum ini memberikan kelebihan lain. Menurut Donny, kekuatannya untuk menahan paku pun lebih kuat. Bahkan, sangat kuat menahan benturan dengan lebih baik.

Ketebalan

Technical Manager PT Petrojaya Boral Plasterboard Indra Budi Wibowo mengatakan, sistem partisi Boral untuk Soundstop terdiri dari dua sistem. Sistem pertama memiliki dua lapis Soundstop 12 mm, single stud, dengan insulasi. Tebal partisi ini mencapai 148 mm dan nilai STC-nya mencapai 50. Sementara sistem kedua memiliki ketebalan papan gipsum dan partisi yang sama, tetapi menggunakan insulasi dan nilai STC-nya mencapai 56.

Kedua sistem ini tergolong mampu menahan benturan dengan sangat baik. Berdasarkan British Standar, keduanya termasuk heavy duty, bahkan saver.

Selain itu, lanjut Indra, ada satu fakta lain yang menarik mengenai penggunaan papan gipsum, khususnya untuk menangkal bising. Menurutnya, dibandingkan dengan bata ringan yang ketebalannya rata-rata mencapai 150 mm, performa Soundstop justru lebih baik.

"Ternyata, bata yang lebih tebal tidak berarti lebih mampu menangkal suara bising. Padahal, papan gipsum lebih aman, lebih ringan, lebih ringkas, bahkan mampu menekan jumlah biaya konstruksi keseluruhan," ujarnya.

Menurut Indra, penggunaan papan gipsum ini cocok untuk daerah wisata. Di tengah malam, tamu hotel tidak perlu khawatir adanya bunyi-bunyian dari kamar di sebelahnya, misalnya bunyi air kamar mandi, flushing, dan suara televisi. Maka, jika diaplikasikan di rumah, kini Anda sendiri pun sudah bisa mengucapkan selamat tinggal pada suara bising dari luar ruangan!


09.37 | 0 komentar | Read More

Indonesia Harus Belajar dari Kegagalan Jepang Bangun Hunian Mikro

KOMPAS.com - Hunian mikro kini mulai dilirik kota-kota metropolitan seluruh dunia. Keterbatasan tanah dan padatnya penduduk membuat pengembang mulai memperkecil unit-unit hunian. Konsumen pun harus beradaptasi dan rela tinggal di dalamnya.

Namun, bagi orang Jepang, hal ini sudah terjadi puluhan tahun lalu. Seperti dikutip dalam Fastcoexist.com, mereka sudah mulai tinggal apartemen mikro seluas 9,2 meter persegi dalam Menara Nakagin Capsule sejak tahun 1972. Sayangnya, kini menjadi contoh kegagalan hunian mikro.

Kisho Kurokawa merancang Menara Nakagin Capsule di area Ginza, Tokyo, Jepang. Sebanyak 140 kapsul ditumpuk dan ditata melingkar hingga membentuk satu gedung setinggi 14 lantai. Setiap unit kapsul hanya berukuran 4 m x 2,5 m. Bentuk kapsul-kapsul ini pun bisa diubah dengan cara menghubungkan beberapa kapsul menjadi satu.

"Hal tersebut merupakan arsitektur tipe baru yang mencoba menyelesaikan masalah tata kota tradisional," ujar fotografer Noritaka Minami. Minami telah mempelajari dan mendokumentasikan Menara Nakagin Capsule tersebut sejak awal pembangunannya.

"(Menara) ini memiliki tujuan spesifik, dia akan melayani pelanggan tertentu, yaitu pebisnis yang membutuhkan hunian di tengah kota selama hari kerja. Hunian tersebut tidak perlu mengikuti fungsi rumah aslinya," imbuhnya.

Saat ini setengah dari jumlah kapsul yang ditempati, digunakan sebagai kantor. Sebagian lainnya digunakan sebagai hunian murah oleh orang tua maupun anak muda. Ironisnya, gedung yang pada awal pembangunannya diharapkan menjadi model konstruksi hunian di masa depan, kini tidak diperbanyak.

Keputusan untuk tidak memperbanyak hunian semacam ini tampaknya merupakan keputusan yang tepat. Pasalnya, masing-masing kapsul ini tidak hanya memiliki ukuran kecil, namun interiornya juga tidak efisien. Kapsul tersebut tidak mampu memaksimalkan penggunaan ruang. Selain itu, proses konstruksinya juga menggunakan teknik eksperimental. Hal ini membuat perawatannya semakin sulit. 

"Sangat sulit memperbaiki sistem ledeng dan perawatan, karena desainnya. Tidak ada yang seperti itu," ujar Minami. Selain itu, ketika Minami mengunjunginya pada Agustus 2010, dia juga menemukan bahwa jendela berbentuk melingkar yang ada pada masing-masing kapsul tidak dapat dibuka. Di dalam terasa seperti sauna karena pendingin udara pun tidak bekerja.


09.37 | 0 komentar | Read More

Ide Simpel Mengisi Sudut Lorong yang Kosong

Written By Unknown on Selasa, 29 Oktober 2013 | 09.37

www.houzz.com

Cara paling sederhana adalah menempatkan kursi di depan pintu salah satu ruangan di lorong tersebut. Jika Anda merasa kursi tersebut tampak janggal, Anda bisa "menemaninya" dengan meja mungil.

www.houzz.com

Anda harus memastikan bahwa Anda memilih skema warna yang tepat untuk menghias lorong Anda. Pilihlah warna-warna terang untuk memberikan kesan muda dan dinamis

www.houzz.com

Namun, jika lorong Anda cukup luas dan jarang antara satu pintu ruangan ke pintu lainnya cukup jauh, Anda bisa mempercantik lorong itu dengan menempatkan lemari kredensa, dua kursi di kanan dan kiri lemari tersebut, lampu meja di atas lemari kredensa, serta lukisan dengan ukuran lebar setidaknya sama dengan kredensa tersebut.
KOMPAS.com - Coba perhatikan pembagian ruang di rumah Anda. Apakah Anda memiliki lorong-lorong yang kini tampak kosong begitu saja? Kalau benar demikian, mungkin ini saatnya untuk mengisi lorong-lorong tersebut. Anda hanya perlu kursi, meja mungil, buku, dan foto atau lukisan-lukisan kecil.

Cara paling sederhana adalah menempatkan kursi di depan pintu salah satu ruangan di lorong tersebut. Jika Anda merasa kursi tersebut tampak janggal, Anda bisa "menemaninya" dengan meja mungil. Isi meja tersebut dengan buku, majalah, dan vas bunga. "Paket" berisi kursi, meja, dan buku ini akan cocok ditempatkan di depan kamar mandi. Sesekali, Anda bisa menikmati mandi air hangat di bath tub sambil membaca buku tanpa perlu sulit mencari buku tersebut sebelumnya.

Namun, jika lorong Anda cukup luas dan jarang antara satu pintu ruangan ke pintu lainnya cukup jauh, Anda bisa mempercantik lorong itu dengan menempatkan lemari kredensa, dua kursi di kanan dan kiri lemari tersebut, lampu meja di atas lemari kredensa, serta lukisan dengan ukuran lebar setidaknya sama dengan kredensa tersebut. Anda bisa mengganti lukisan dengan kaca untuk memberikan kesan lebih luas.

Sementara itu, Anda harus memastikan bahwa Anda memilih skema warna yang tepat untuk menghias lorong Anda. Pilihlah warna-warna terang untuk memberikan kesan muda dan dinamis. Sementara itu, pilihlah warna-warna gelap dan sedikit sentuhan emas atau perak untuk memberikan kesan elegan.

Bagaimana, mudah bukan?


09.37 | 0 komentar | Read More

Tua dan Terlupakan, Bisa Lebih Berguna...

KOMPAS.com - Ladder atau tangga kayu ramping yang biasanya disenderkan di dinding dan terlupakan memang sebaiknya tidak lagi digunakan jika sudah mulai usang atau lapuk. Jika Anda merasa ingin memanfaatkannya kembali, lebih baik segera mengalihfungsikan tangga tersebut.

Berikut ini beberapa kegunaan lain tangga yang sudah tidak terpakai:

Pertama, Anda bisa menggunakannya untuk menyimpan sepatu. Terutama, jika Anda senang mengoleksi sepatu berhak tinggi. Letakkan tangga tua di dinding dan gantungkan sepasang sepatu di setiap pijakan tangga. Cara ini tidak hanya efektif untuk menyimpan sepatu, namun   juga bisa memajang koleksi Anda tersebut.

Kedua, Anda bisa menggunakannya untuk menaruh syal, perhiasan, bahkan kacamata hitam. Untuk pria, bisa menggunakannya untuk menyimpan dasi-dasi Anda.

Ketiga, Anda bisa memanfaatkan tangga tua sebagai tempat menaruh majalah. Letakkan tangga tersebut di ruang tamu atau ruang kerja. Dengan cara ini, Anda dapat dengan mudah mengambil dan membaca majalah tanpa perlu membuat tumpukan majalah.

Keempat, jadikan tangga sebagai gantungan baju bayi. Anda juga bisa memanfaatkannya untuk menjadi gantungan baju boneka di kamar anak Anda.

Untuk tangga yang membentuk huruf A, tentu Anda tidak perlu menyandarkannya ke dinding untuk membuatnya berdiri. Karena itu, Anda bisa menjadikannya rak dan menempatkannya di pojok ruangan. Berikan cat untuk membuat rak tersebut tampak menarik. Setelah itu, letakkan tanaman-tanaman dalam pot di setiap pijakannya.


09.37 | 0 komentar | Read More

Pengembang "Town House" Incar Potensi Sawangan

DEPOK, KOMPAS.com - Pengembang properti masih menjadikan kawasan Sawangan, Depok, sebagai lokasi pengembangan bisnisnya. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya perumahan yang kini sedang atau akan dikembangkan di Sawangan. Bahkan, sejumlah pengembang besar pun tak ragu membesut proyek di kawasan ini.

Infrastruktur jalan di Sawangan saat ini memang terus meningkat. Kelak, dua ruas jalan tol melintas di Sawangan. Itu adalah Jalan Tol Cinere-Jagorawi, dan Jalan Tol Antasari-Depok.

"Sudah tentu, dua jalan tol itu bakal semakin memudahkan akses penghuni perumahan ke banyak tempat, termasuk ke Jakarta dan kawasan sekitarnya. Jelas sekali bahwa dua jalan tol ini berpotensi mengangkat tajam nilai properti di Sawangan," Agung Tri Abudardiri, Direktur Utama PT Dardiri Indonesia, pengembang town house Taman Zaitun Residence di Sawangan, Minggu (27/10/2013).

Saat ini, area komersial ataupun fasilitas umum telah banyak hadir di Sawangan. Untuk pelayanan kesehatan, misalnya, RSUD Depok telah lama hadir. Tidak lama lagi, RS Permata Depok juga berdiri di kawasan tersebut.

Adapun area komersial berupa kompleks ruko (rumah toko) ataupun pasar modern kini juga semaiin mudah ditemui di Sawangan, antara lain di Jalan Raya Parung ataupun Jalan Raya Muchtar.

Agung mengatakan, ada rencana bahwa Jalan Raya Parung akan dikembangkan menjadi pusat area bisnis di Depok. Hal ini tak ubahnya dengan kawasan Margonda. 

"Karena itulah kami menjadikan kawasan ini sebagai salah satu lokasi investasi properti menarik bagi konsumen," ujarnya.

Saat ini, lanjut Agung, pihaknya tengah membangun 25 unit town house Taman Zaitun. Properti tersebut menempati lahan seluas 4.800 m2 persis di tepi Jalan Abdul Wahab atau sekitar 500 meter dari RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Depok. Dengan harga jual di kisaran Rp 800 juta sampai Rp1 miliar per unit, ia membidik segmen menengah ke atas sebagai target pasar.

"Sasarannya tentu pekerja profesional yang berkantor di Jakarta, seperti di kawasan perkantoran T.B. Simatupang," katanya. 

Sebelumnya, pengembang lain yang juga menyatakan akan membangun perumahan mewah di kawasan Sawangan, Depok, Jawa Barat, adalah PT Ciputra Development Tbk (CTRA). CTRA mematok harga per rumah di kawasan ini sekitar Rp 1 miliar.

Direktur CTRA Tulus Santoso kepada Kompas.com mengatakan, CTRA telah merogoh kocek sebesar Rp 50 miliar dalam pembangunan tahap awal perumahan tersebut. Perumahan itu dibangun di lahan seluas 12 hektare. Untuk tahap awal, CTRA baru akan menyediakan 50 unit rumah. Namun, jumlah ini bisa terus bertambah seiring permintaan pasar.

Tulus menguraikan, saat ini perumahan tersebut masih dalam tahap pembenahan infrastruktur. Sedangkan untuk pembangunan perumahannya sendiri, CTRA menargetkan akan selesai dalam tiga tahun.

Tak heran, seperti pernah diberitakan di Kompas.com, Staf Pengajar Tata Ruang Departemen Geografi, F-MIPA, Universitas Indonesia, Tarsoen Wiryono, mengatakan bahwa kawasan perkembangan baru Kota Depok saat ini berorientasi ke arah Selatan, terutama Sawangan. Kawasan ini terkoneksi dengan Parung dan Leuwiliang (Bogor) serta Serpong (Tangerang Selatan) dengan keunggulan masing-masing yang bisa dijalin secara sinergis. Aksesibilitasnya pun mudah dan memadai. Ketiganya terkoneksi dengan jalan utama dan lingkungan dengan kualitas baik.

"Sawangan berpotensi menjadi kawasan terbuka, yang menghubungkan Depok kota dengan ketiga kawasan tersebut. Betapa prospek ke depannya akan sangat cerah sekaligus dapat mengurangi beban kota yang terpusat di Jalan Raya Margonda. Lahan kosong nonproduktif masih tersedia luas dan bisa dimanfaatkan sebagai permukiman sekaligus komersial," tandasnya.


09.37 | 0 komentar | Read More

Tren Sengketa Tata Ruang Bakal Meningkat!

Written By Unknown on Senin, 28 Oktober 2013 | 09.37

JAKARTA, KOMPAS.com - Sengketa tata ruang yang terjadi di wilayah hukum provinsi DKI Jakarta per September 2013 tak sampai 10 kasus. Pelaporan kasus sengketa ini terjadi sekitar Agustus-September. Trennya akan terus meningkat seiring dengan banyaknya laporan yang masuk ke meja Komisi Informasi Provinsi DKI Jakarta.

Ketua Komisi Informasi Provinsi DKI Jakarta, Yulianto Widirahardjo, mengungkapkan hal tersebut dalam seminar bertajuk Hak Indormasi Publik Dalam Perencanaan Kebijakan Pembenahan Lingkungan Permukiman, Jumat (25/10/2013), di Program Pascasarjana Fakultas Tekni UI, Salemba, Jakarta Pusat.

Menurut Yulianto, sepuluh kasus tersebut sebagian besar terkait dengan bangunan, di mana bangunan rumah atau gedung milik warga terkena penertiban atau dibongkar yang dilakukan oleh Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) karena menyalahi peraturan dan atau terkena pembangunan fasilitas publik. Yang terakhir kerap terjadi seiring getolnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menambah fasilitas publik berupa ruang terbuka hijau (RTH).

"Kasus sengketa tata ruang ini menunjukkan tren meningkat dalam beberapa bulan ke depan. terutama jenis kasus pertanahan akibat konversi tata ruang. Saat ini laporan masyarakat yang masuk ke KI sangat gencar. Kasus terbesar datang dari Jakarta Barat. Kami masih memroses kelengkapannya dan memverifikasi akurasi datanya sehingga menjadi laporan yang utuh," ungkap Yulianto.

Sejak lembaga Komisi Informasi ini berdiri pada 2012, mereka telah menerima 20 kasus sengketa tata ruang pada tahun yang sama. Jenisnya adalah pembongkaran bangunan, konversi tata ruang dan lain sebagainya. Dari sejumlah kasus tersebut, terbesar adalah "Kasus Paseban" di Senen, Jakarta Pusat. Kasus ini sampai masuk dalam tahap yudikasi dengan hasil akhir pihak Kelurahan Paseban harus melakukan mutasi nama yang tertera dalam akta tanah maupun Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) warga yang terlibat kasus.

"Sisa kasus lainnya hanya sampai mediasi. Nah, dengan kecenderungan peningkatan kasus tata ruang, harus ada satu solusi yang bijak. Penanganannya harus adil dan tuntas," ujarnya.

Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Sarwo Handayani, menanggapi kasus sengketa tata ruang ini sebagai dinamika dan konsekuensi dari pembangunan kota.

"Jakarta magnet bagi penduduk Indonesia. Perubahan dan pembangunannya belum selesai dan akan terus berlanjut. Separuh ruangnya diisi permukiman. Dengan lahan terbatas, pertumbuhan kawasan menjadi tidak teratur. Di beberapa tempat terbangun dengan kualitas baik, namun di beberapa tempat lainnya terjadi penurunan kualitas lingkungan. Dengan begitu, sengketa mungkin terjadi dan tidak terelakkan. Namun, kami selalu transparan dalam memberikan informasi kepada publik terkait kebijakan tata ruang," ujar Sarwo.

Pemprov DKI Jakarta, lanjut Sarwo, tengah bekerja melaksanakan amanat UU No 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Mengacu pada undang-undang itu, DKI Jakarta harus memiliki RTH sebesar 30 persen dari luas wilayahnya. Oleh karena itu, sengketa tata ruang akan selalu muncul karena akibat dari implementasi kebijakan ini.

"Kami mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,3 triliun guna memroduksi lebih banyak lagi RTH di ibukota ini. Yang ada sekarang masih sekitar 14 persen. Bisa jadi, jika peruntukan wilaya A, misalnya merupakan zona kuning (perumaha), diubah menjadi zona hijau, karena penurunan kualitas lingkungan. Sebaliknya, zona kuning bisa berubah menjadi merah. Semua kebijakan terkait tata ruang ini sudah kami informasikan kepada publik melalui situs resmi kami," jelas Sarwo.


09.37 | 0 komentar | Read More

Jangan Kaku, Pilar Bisa Dibuat Lebih Fungsional

KOMPAS.com — Tidak semua pemilik rumah sependapat mengenai pilar. Ada yang segera mengasosiasikan pilar dengan kuil-kuil Romawi hingga menganggapnya sebagai fitur arsitektur yang elegan dan glamor. Ada pula yang menganggap sebagai kebutuhan konstruksi semata.

Bahkan, ada yang berpendapat bahwa pilar mengganggu tampilan interior. Apa pun yang kini Anda pikirkan mengenai pilar, sebenarnya fitur tersebut dapat memperindah tampilan interior rumah jika dimanfaatkan dengan baik.

Sejak dalam proses perancangan rumah, konsultasikanlah pada arsitek mengenai kesukaan atau ketidaksukaan Anda dengan adanya pilar di dalam dan di luar rumah. Jika tidak suka, tetapi rumah Anda membutuhkan pilar, cobalah meminta sang desainer untuk memilihkan material yang tampak netral. Anda tentu bisa menambahkan pilar-pilar yang bersifat dekoratif jika memang menyukai pilar di dalam rumah.

Jika Anda menyukai pilar, lakukan penelitian kecil-kecilan mengenai gaya ornamen pilar sepanjang masa. Anda mungkin akan terjebak melakukan kitsch dengan mereproduksi pilar-pilar Romawi ke dalam rumah. Tetapi, jika menyukainya, mengapa tidak?

Pilar yang ada di teras atau di taman, Anda bisa menutupnya dengan tumbuhan dan menjadikannya taman vertikal. Kali ini, Anda juga sebaiknya berkonsultasi pada desainer lanskap. Anda harus menanyakan jenis tanaman seperti apa yang tepat dan bagaimana cara merawatnya. Pilar yang ada di teras bisa dmanfaatkan juga untuk "memecah" tampilan agar orang dari luar tidak dapat secara langsung melihat interior rumah. Coba gunakan material yang sama dengan eksterior untuk mendapatkan tampilan konsisten.

Ingatlah bahwa Anda tidak bisa berasumsi bahwa pilar, terutama yang berperan menopang rumah dan bukan sekadar hiasan, dapat dengan mudah dihilangkan begitu saja. Tanyakan kepada ahli konstruksi atau insinyur yang Anda percaya sebelum memutuskan untuk merobohkannya. Jika tidak hati-hati, bisa mencelakakan diri Anda dan keluarga.

Setelah selesai dengan tampilan pilar, tiba waktunya untuk mengatur furnitur di sekitar pilar. Jangan takut untuk mencoba berbagai pengaturan furnitur hingga terasa nyaman bagi Anda, keluarga, dan tamu yang singgah ke rumah.


09.37 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger